tvOnenews.com - Sosok Ismed Sofyan akan selalu terbersit jika membicarakan soal pemain legendaris klub ibu kota, Persija Jakarta.
Bagaimana tidak, Ismed Sofyan hampir menghabiskan sebagian besar kariernya di Persija Jakarta. Gelar Liga 1 2018 jadi persembahan manis darinya.
Akan tetapi, kisah Ismed Sofyan dan Persija Jakarta tidak happy ending. Ia justru batal pensiun di hadapan Jakmania, suporter setia Macan Kemayoran.
Bekasi City jadi persinggahan berikutnya. Di tempat inilah Ismed Sofyan gantung sepatu pada awal 2024 di usianya yang telah memasuki 45 tahun.
Setelah pensiun, Ismed Sofyan didapuk sebagai Manajer klub Liga 3 Nusantara Lampung FC. Belakangan, ia rangkap jabatan jadi pelatih kepala.
Baru-baru ini, mantan pemain yang identik dengan nomor punggung 14 itu juga terlibat dalam fun match bersama legenda Futsal dunia, Ricardinho.
Perjalanan Karier Ismed Sofyan- Persija.id
Lahir di Aceh Tamiang itu lahir pada 28 Agustus 1979, Ismed Sofyan merupakan lulusan dari Diklat Ragunan. Saat itu, dirinya baru berusia 17 tahun.
Lulus dari Diklat Ragunan, Ismed Sofyan memilih pulang ke Aceh. Ia lalu bergabung dengan PSBL Langsa pada 1998 dan setahun berikutnya ke Persiraja Banda Aceh.
Dari sini, Ismed Sofyan telah menjadi langganan Timnas Indonesia kelompok umur. Tercatat sejak 1997 hingga 2001, ia main untuk tim U-19 dan U-23.
Penampilan Ismed Sofyan di Persiraja Banda Aceh dan Timnas Indonesia junior membuat klub legendaris Persijatim Jakarta Timur merekrutnya pada 2001.
Semusim di Persijatim Jakarta Timur, Ismed Sofyan pindah ke Persija Jakarta pada musim 2002 yang saat itu merupakan juara bertahan Liga Indonesia.
Di Persija Jakarta, pria berpostur 168 cm tersebut tak tergantikan. Ia menjelma sebagai bek sayap papan atas Indonesia. Ismed Sofyan bahkan sempat ditawar klub Malaysia.
Dua dekade di Macan Kemayoran, posisi Ismed Sofyan mulai tergeser pemain lain. Apalagi, gaya main sang legenda tak sesuai skema pelatih Persija saat itu, Thomas Doll.
Memasuki Liga 1 musim 2022, Ismed Sofyan mengumumkan perpisahan di depan puluhan ribu Jakmania. Sambil berlinang air mata, ia tak kuasa sampaikan pesan itu.



