Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pertanian memulai pembangunan tahap pertama Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan protein hewani secara berkelanjutan.
Pembangunan tahap pertama tersebut dilakukan secara serentak di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bone (Sulawesi Selatan), Provinsi Gorontalo, Kabupaten Malang (Jawa Timur), Kalimantan Timur, serta Nusa Tenggara Barat.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari mengatakan kehadiran negara dalam pengembangan industri ayam terintegrasi bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat kapasitas produksi protein hewani di daerah.
“Pembangunan tahap pertama ini dirancang menghasilkan output nyata yang langsung mendukung kebutuhan nasional,” ujar Tri dilansir dari siaran resmi Kementan, Minggu, 8 Februari 2026.
Di Lampung, kata Tri, program tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan parent stock (PS) ayam petelur sebanyak 14.697 ekor dan PS ayam pedaging 213.853 ekor.
"Selain itu, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang dibangun memiliki kapasitas hingga 2.000 ekor per jam atau setara dengan produksi sekitar 6.134 ton daging per tahun," lanjutnya.
Tri menambahkan, program ini juga mendukung pemenuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pasokan ayam dan produk turunannya dapat tersedia secara konsisten, aman, dan terjangkau.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengapresiasi penetapan Lampung sebagai salah satu lokasi program strategis nasional tersebut.
Ia menilai program ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan dan prioritas perbaikan gizi menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau,” kata Marindo.
Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja
Sementara itu, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan, pembangunan industri ayam terintegrasi di Lampung diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah, termasuk penyerapan tenaga kerja di sektor perunggasan hingga 6.910 orang.
“Keberadaan industri ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi perekonomian daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di enam wilayah tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan industri perunggasan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




