Panen Padi Kaltim 2025 Naik 8,5%: Kukar, Paser hingg PPU Dominan

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan lonjakan produksi padi sepanjang 2025 dengan didukung panen di wilayah-wilayah dominan. 

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai menyatakan produksi gabah kering giling mencapai 270.870 ton pada tahun lalu. Angka tersebut melonjak 8,50% dari realisasi 2024 sebesar 249.640 ton.  

Kenaikan produksi tersebut sejalan dengan perluasan luas panen yang tercatat 66.520 hektare, naik 5,51% dari 63.040 hektare pada tahun sebelumnya. 

"Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2025 mencapai 157,55 ribu ton," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (8/2/2026). 

Menariknya, puncak panen mengalami pergeseran temporal yang cukup mencolok. Jika pada 2024 panen tertinggi terjadi pada September dengan luas 19.130 hektare, maka pada tahun lalu justru bergeser ke Maret dengan realisasi 16.290 hektare.

Dari sisi distribusi wilayah, tiga kabupaten menjadi penyumbang utama produksi padi. Kutai Kartanegara memimpin dengan produksi 110.870 ton, disusul Paser yang mencatat lompatan impresif hingga 67.650 ton, atau naik 27,92% dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga

  • Tingkat Kemiskinan Kaltim Merangkak Naik usai 30 Bulan Konsisten Turun
  • Neraca Dagang Kaltim Tetap Surplus meski Impor Melonjak, Ini Alasannya
  • Pariwisata Kaltim 2025 Melesat, Wisman Naik 113%

Penajam Paser Utara berada di posisi ketiga dengan 47.580 ton, meski mengalami penurunan tipis 1,15%. 

Di sisi lain, tidak semua daerah merasakan tren positif. Berau justru mengalami kontraksi produksi yang drastis yakni hingga 28,76%, dari 16.690 ton menjadi 11.890 ton. 

Penurunan serupa, meski dalam skala lebih kecil, juga dialami Penajam Paser Utara.  

Sebaliknya, sejumlah wilayah lain menunjukkan pertumbuhan mengesankan. 

Mas'ud menyebutkan Kutai Barat mencatatkan lonjakan fantastis 292,08% dengan produksi yang melejit dari 1.350 ton menjadi 5.290 ton. Kota Balikpapan juga mengalami kenaikan signifikan hingga 103,87%, meskipun dari basis yang masih rendah.  

Proyeksi Kuartal I/2026 

Sementara itu, proyeksi produksi padi di Kaltim untuk kuartal I/2026 menunjukkan sinyal menggembirakan. Potensi luas panen periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 25.200 hektare, melonjak 24,64% dari periode sama tahun sebelumnya. 

Adapun potensi produksi gabah kering giling diprediksi tembus 99.140 ton, atau naik 19,08%. 

"Angka potensi produksi padi dan beras Januari−Maret 2026 merupakan angka sementara karena masih mengandung potensi luas panen (Januari−Maret) dan menggunakan rata-rata produktivitas Subround I 2024−2025. Oleh karena itu, angka luas panen dan produksi padi/beras Januari−Maret 2026 dapat berubah setelah diperoleh angka realisasi luas panen hasil Survei KSA periode Januari−Maret dan angka realisasi produktivitas hasil Survei Ubinan Subround I (Januari−April) 2026," tegas Mas'ud.  

Kendati demikian, tantangan tetap mengintai. Pergeseran pola curah hujan dan ancaman fenomena iklim ekstrem menuntut kesiapsiagaan ekstra dari para pemangku kepentingan. 

Adapun, dia menuturkan konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan permukiman juga menjadi catatan kritis yang memerlukan perhatian serius, mengingat lahan baku sawah nasional berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN hanya tercatat 7,38 juta hektare pada 2024.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Serang antusias kunjungi stan pameran ANTARA
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Akui Mental Aisha Lebih Dewasa, Jerry Aurum Siap Tampung Curhatan Sang Putri di Tengah Kisruh Anak Kandung Denada
• 20 jam lalugrid.id
thumb
JETOUR T2 Mejeng di IIMS 2026, Hadir dengan Konsep Rugged SUV dan Modifikasi Adventure
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Damri Gelar Diskon Ramadan, Ini Daftar Rute dan Harga Tiket Murahnya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Media Malaysia Bandingkan Prestasi Timnas Futsal Indonesia Sekarang dengan Negeri Jiran Dulu
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.