FAJAR, MAKASSAR — Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Nurdin Karumpa, bersama dai kondang Ustaz Das’ad Latif, memeriahkan peringatan Milad ke-20 Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad, Minggu (8/2/2026).
Kedua tokoh tersebut hadir dalam acara ramah tamah Milad yang digelar di Wong Solo, usai pelaksanaan fun walk yang dimulai dari Jalan Boulevard.
Dalam sambutannya, Andi Rukman mengapresiasi perjalanan 20 tahun PPMI Shohwatul Is’ad. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab dan karakter yang kuat.
“Saya sebagai orang tua sangat merasakan manfaat pondok pesantren. Anak saya tumbuh besar di pesantren. Artinya, sangat penting menitipkan anak-anak kita untuk dididik di pondok pesantren agar kelak lahir pemimpin-pemimpin yang beradab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar memberikan kepercayaan penuh kepada para pendidik dan tidak terlalu memanjakan anak selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Jangan terlalu mencampuri urusan anak-anak di pesantren. Serahkan sepenuhnya kepada para pendidik, insyaallah mereka amanah. Saya juga mengenal betul pendiri PPMI Shohwatul Is’ad yang sangat fokus pada pendidikan serta memiliki adab dan karakter yang luar biasa,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya bagi seseorang setelah meninggal dunia, yang menurutnya tercermin di lingkungan PPMI Shohwatul Is’ad.
“Pertama adalah anak yang saleh. Jangan ragu menyekolahkan anak di pesantren. Orang tua miskin jangan takut, karena meskipun orang tuanya miskin, Allah Maha Kaya. Seperti yang sering saya sampaikan dalam tulisan saya: bapakmu boleh miskin, tapi Allah Maha Kaya,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Das’ad, adalah sedekah. Ia mencontohkan pemilik Wong Solo yang dikenal gemar berbagi.
“Sedekah itu sangat berkah. Orang lebih senang kepada dermawan daripada orang yang pelit. Ini bisa menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.
Amalan ketiga adalah ilmu yang bermanfaat. Menurutnya, pesantren merupakan tempat berkumpulnya para penghafal Al-Qur’an dan pusat lahirnya ilmu jariyah yang pahalanya terus mengalir.
“Di pesantren ini berkumpul para penghafal, berkumpul ilmu yang manfaatnya akan terus dirasakan,” tutup Das’ad.
Rangkaian acara Milad ke-20 PPMI Shohwatul Is’ad ditutup dengan pemotongan tumpeng serta pengundian berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa paket umrah dan dua unit sepeda motor. (*/)




