BPBD Kota Semarang mencatat total kerugian akibat bencana tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Semarang, mencapai Rp 45.700.000. Perbaikan rumah warga terdampak masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro P. Martanto mengatakan, peristiwa tanah gerak dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
“Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah gerak di Skip Sapta Marga RT 7 RW 1 Kelurahan Jangli. Ada 10 rumah terdampak, korban jiwa nihil,” ujar Endro kepada wartawan, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, ada 10 rumah rusak dengan 15 kepala keluarga (KK) terdampak. BPBD bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak kelurahan telah melakukan asesmen di lokasi serta menyalurkan bantuan darurat.
“BPBD sudah turun melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal, tikar, dan logistik. Untuk tindak lanjut perbaikan masih menunggu kebijakan pemerintah,” jelas Endro.
Warga Sudah Sebulan Diliputi CemasSebelumnya, warga Kampung Sekip mengaku telah diliputi kecemasan selama sekitar satu bulan terakhir akibat pergerakan tanah yang terus terjadi, terutama setelah hujan deras. Tanah gerak tersebut membuat rumah warga miring, retak, hingga ambruk.
Sedikitnya lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak huni. Sejumlah warga bahkan terpaksa membangun hunian sementara demi keselamatan keluarga mereka, termasuk anak dan bayi.
Selain permukiman, tanah gerak juga merusak jalan alternatif penghubung kawasan Universitas Diponegoro (Undip)-Jangli. Jalan tersebut mengalami ambles dan retak, sehingga warga hanya menambalnya secara darurat menggunakan karung berisi pasir. Kondisi itu membuat sebagian warga enggan melintas karena khawatir terjadi longsor susulan.
Warga menyebut, tanah gerak pernah terjadi di Kampung Sekip sekitar 20 tahun lalu, namun kejadian pada tahun 2026 ini disebut sebagai yang terparah.
BPBD Imbau Warga Tetap WaspadaEndro mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dan dapat memicu pergerakan tanah lanjutan.
“Dengan adanya situasi potensi cuaca sekarang ini kami imbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir maupun longsor, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi, agar puluhan keluarga di Kampung Sekip dapat hidup lebih aman tanpa bayang-bayang longsor.




