JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah merespons outlook negatif yang disematkan lembaga pemeringkat Moody’s terhadap perekonomian Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan stabil.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto memastikan disiplin fiskal, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta reformasi struktural menjadi penopang utama dalam menjaga kepercayaan investor.
“Terkait perubahan outlook, kami yakin perkembangan kebijakan dan kerangka kelembagaan yang telah dan sedang diimplementasikan akan menjawab kekhawatiran yang disampaikan,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Beras SPHP Lanjut hingga Akhir Februari, Bapanas Tambah Anggaran Rp4,97 T
Meski outlook berubah, Moody’s tetap mengafirmasi peringkat kredit Indonesia di level Baa2 (investment grade).
Pemerintah menilai penilaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional dan kekuatan fundamental struktural.
Dari sisi makro, kinerja ekonomi Indonesia tetap terjaga. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV-2025, tertinggi sejak pandemi Covid-19. Sepanjang 2025, ekonomi nasional juga tumbuh 5,11 persen.
Disiplin fiskal pun dipertahankan dengan defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen, masih di bawah batas aman 3 persen terhadap PDB. Rasio utang pemerintah terkendali di kisaran 40 persen terhadap PDB.
Baca Juga: Tanggapi Rating Moody's, Purbaya: Kita Mampu Bayar Utang, Risiko Terkendali
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- outlook negatif moodys
- juru bicara kemenko perekonomian
- defisit fiskal
- apbn
- danantara



