Bisnis.com, JAKARTA – Berdasarkan Survei Nasional Indikator terkait Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-lembaga Negara, tingkat kepuasan publik mencapai 79,9 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tergolong sangat tinggi.
Hal tersebut disampaikan Burhanuddin dalam pemaparan rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia, Minggu (8/2/2026).
Burhanuddin menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki modal politik yang sangat besar dibandingkan presiden-presiden sebelumnya. Modal pertama, menurutnya, adalah modal elektoral yang kuat pada Pemilihan Presiden 2024.
Dia mencatat pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka meraih sekitar 96 juta suara, menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah pemilihan presiden langsung di Indonesia. Perolehan tersebut melampaui capaian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden Joko Widodo dalam kemenangan pemilu mereka.
“Pak SBY pada 2009 tidak sampai 70 juta suara. Pak Jokowi pada 2014 dan 2019 juga tidak sebesar perolehan suara Pak Prabowo,” ujar Burhanuddin.
Baca Juga
- Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prabowo-Khofifah Tekankan Persatuan
- Danantara Siapkan 1.000 Kamar di Makkah, Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun
- Prabowo Janjikan Kebangkitan Industri dan Pembangunan Jutaan Rumah Murah
Menurutnya, besarnya modal elektoral tersebut ditopang oleh kombinasi basis massa Prabowo sendiri dan dukungan Presiden Joko Widodo yang direpresentasikan melalui pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.
Modal politik kedua, lanjut Burhanuddin, adalah tingginya approval rating Prabowo sejak awal pemerintahan. Ia menyebut, secara umum tingkat persetujuan publik terhadap Prabowo relatif lebih tinggi dibandingkan Presiden Jokowi maupun Presiden SBY pada periode awal pemerintahan mereka, meskipun sempat mengalami penurunan pada periode tertentu.
“Pak Prabowo mendapatkan dua kekuatan sekaligus, kekuatan basis dirinya sendiri dan kekuatan dukungan Pak Jokowi,” kata Burhanuddin.
Burhanuddin menambahkan, karakter pemilih di Indonesia cenderung dermawan dalam memberikan evaluasi terhadap pemimpin nasional.
Berdasarkan data demografi yang digunakan Indikator dengan rujukan data Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas pemilih memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah, yang turut memengaruhi pola evaluasi terhadap kondisi nasional.
Kendati demikian, ia menegaskan survei ini tidak diarahkan untuk membaca preferensi elektoral karena pemilu masih jauh. Fokus utama survei adalah mengukur approval rating dan evaluasi publik terhadap kinerja presiden.
Berdasarkan hasil survei Januari 2026, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo relatif stabil dibanding Januari 2025.
Rinciannya, responden yang menyatakan sangat puas sebesar 13,0 persen, cukup puas 66,9 persen, kurang puas 17,1 persen, tidak puas sama sekali 2,2 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 0,8 persen.
Burhanuddin menilai, meskipun tingkat kepuasan secara keseluruhan tergolong tinggi, basis responden yang menyatakan sangat puas masih relatif terbatas. Namun demikian, secara umum angka kepuasan tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan pada awal pemerintahan Presiden SBY maupun Presiden Jokowi.




