Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal kasus bocah SD akhiri hidupnya karena tidak mampu membeli alat tulis di NTT. Ternyata menuai banyak komentar dari publik, elite politik, hingga para tokoh di Indonesia.
Bahkan, baru-baru ini, dikabarkan bocah SD itu tidak tersentuh bansos atau tidak dapat bantuan sosial (bansos).
Sontak, hal ini pun menuai komentar dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Selain itu Susi Pudjiastuti merasa prihatin atas tragedi yang menimpa bocah SD yang malang itu.
Melalui akun Twitter (X) pribadinya, @susipudjiastuti, pada Minggu (8/2/2026), menyampaikan ungkapan duka dan refleksi mendalam atas tragedi tersebut.
Susi Pudjiastuti menuliskan kalimat singkat namun sarat makna.
"Ya Allah, ampuni kami yang telah lalai," tulis Susi Pudjiastuti singkat.
Untuk diketahui, cuitan itu diunggah dengan tambahan emotikon wajah sedih dengan air mata, menggambarkan rasa duka sekaligus penyesalan atas tragedi memilukan yang luput dari perhatian negara.
Sebagian publik menilai ungkapan Susi itu sebagai bentuk kejujuran moral dan kritik halus terhadap sistem perlindungan sosial yang belum sepenuhnya menjangkau kelompok paling rentan.
Pernyataan Susi tersebut langsung viral dan telah ditonton lebih dai 10 ribu kali.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026).
Kepolisian menyatakan dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, namun proses penyelidikan masih berlangsung.
Aparat telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa pesan tertulis yang diduga dibuat korban sebelum kejadian.
Polisi menegaskan pendalaman dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan sosial korban.
Seorang anak pergi dalam sunyi, membawa beban yang seharusnya tak pernah ia pikul sendiri. (aag)




