BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan kondisi cuaca di Kota Batam pada Minggu, 8 Februari 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Meski secara umum cuaca terpantau stabil, BMKG menyebut potensi hujan ringan masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menjelaskan bahwa peluang hujan yang relatif kecil dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kepulauan Riau. Angin yang bertiup cukup kencang disertai kelembapan udara yang rendah di lapisan atmosfer atas menjadi faktor utama yang menghambat proses pembentukan awan hujan.
“Saat ini kondisi atmosfer di wilayah Batam cenderung stabil. Kecepatan angin yang cukup kuat serta rendahnya kelembapan udara di lapisan atas menyebabkan pertumbuhan awan konvektif tidak berkembang secara maksimal. Namun demikian, hujan ringan yang bersifat lokal masih memungkinkan terjadi pada waktu-waktu tertentu,” kata Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Minggu (8/2).
Baca juga : Sensasi Dunia Aviasi Hadir di Batam Lewat The HardDeck Bar & Bistro
BMKG memprakirakan cuaca di Batam sepanjang hari akan didominasi kondisi berawan tebal. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara relatif sedang.
Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan berkisar antara 9 hingga 20 kilometer per jam.
Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga menyampaikan prakiraan kondisi perairan di wilayah Kepulauan Riau. Untuk perairan sekitar Batam dan Kabupaten Karimun, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut dinilai relatif aman bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Jumat, 6 Februari 2026: Waspada Hujan Lebat di Jawa hingga Papua, Dipicu Siklon Tropis dan Bibit Siklon
Sementara itu, perairan di wilayah Lingga, Bintan, Natuna, dan Kepulauan Anambas diprakirakan mengalami gelombang dengan kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama di perairan terbuka.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui laman web, media sosial, maupun aplikasi Info BMKG, guna mengantisipasi potensi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari. (HK/E-4)





