Qingdao, VIVA – Tim bulu tangkis putri Korea Selatan akhirnya mencetak sejarah di Kejuaraan Beregu Asia (Badminton Asia Team Championships/BATC). Untuk pertama kalinya sejak turnamen ini digelar pada 2016, Korea Selatan berhasil naik ke podium tertinggi setelah menjuarai edisi 2026.
Pada laga final yang berlangsung di Conson Gymnasium, Qingdao, Minggu, Korea Selatan tampil dominan dengan menumbangkan tuan rumah China dengan skor telak 3-0.
Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Korea Selatan, yang sebelumnya belum pernah meraih gelar juara beregu putri Asia. Keberhasilan tersebut juga menegaskan konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis beregu putri di kawasan Asia dalam beberapa edisi terakhir.
Sebelumnya, prestasi terbaik Korea Selatan adalah menjadi runner-up pada edisi 2020 setelah kalah 0-3 dari Jepang, serta kembali finis di posisi kedua pada edisi 2022 usai takluk dari Indonesia dengan skor 1-3 di partai puncak.
Pada final BATC 2026, Korea Selatan membuka keunggulan lewat tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Menghadapi pemain muda China, Han Qian Xi, An tampil tenang dan mengendalikan permainan sebelum menang dua gim langsung dengan skor 21-7, 21-14.
Keunggulan Korea Selatan semakin kokoh di partai kedua sektor ganda putri. Pasangan Baek Ha-na/Kim Hye-jeong berhasil mengatasi perlawanan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian dalam dua gim dengan skor 24-22, 21-8.
China sempat memberikan perlawanan pada partai ketiga melalui tunggal putri muda Xu Wen Jing. Pemain berusia 18 tahun itu bahkan mampu merebut gim pertama. Namun, pengalaman Kim Ga-eun berbicara. Ia bangkit dan mengamankan dua gim berikutnya dengan skor 21-10, 21-17, setelah kalah 19-21 di gim pembuka.
Kemenangan Kim Ga-eun memastikan Korea Selatan menutup final dengan skor 3-0, sehingga dua partai tersisa tidak perlu dimainkan.
Secara keseluruhan, gelar beregu putri Asia 2026 dinilai layak diraih Korea Selatan yang tampil dengan kekuatan penuh di seluruh sektor. Turnamen ini juga menjadi bagian penting dari persiapan mereka menuju Piala Uber 2026.
Sementara itu, Indonesia dan Taiwan harus puas meraih medali perunggu setelah sama-sama terhenti di babak semifinal.

