Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan Masyarakat di Kaltim

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Samarinda: Kekuatan ekonomi kolektif berbasis koperasi menjadi motor baru penggerak ekonomi rakyat di Kalimantan Timur. Hal ini ditandai dengan deklarasi pendirian Koperasi Tambang Rakyat se-provinsi dan pengukuhan Inkomitra (Induk Koperasi Migas dan Tambang Rakyat).

Kehadiran wadah koperasi ini dinilai bukan sekadar formalitas hukum, melainkan strategi membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan berkoperasi, masyarakat yang selama ini kerap beroperasi secara individual dan informal, dapat menyatukan kekuatan untuk menghadapi tantangan pasar, permodalan, dan regulasi.

Sekretaris Dewan Pembina Inkomitra, Mulyadi Elhan Zakaria menegaskan bahwa badan hukum koperasi membawa keuntungan ekonomi langsung. Selain kemudahan perizinan dan perlindungan jaminan kecelakaan kerja, koperasi membuka akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih luas, fasilitas pelatihan peningkatan kapasitas, serta posisi tawar yang lebih kuat dalam penjualan.

“Berkoperasi berarti membangun ekonomi bersama. Dari sini, bisa terbentuk unit pengelolaan yang profesional, pembagian keuntungan yang adil sesuai transaksi anggota, dan reinvestasi modal untuk peningkatan alat serta teknologi,” jelas Mulyadi di Samarinda, Minggu, 8 Februari 2026.

Secara kelembagaan, Inkomitra yang merupakan transformasi dari IKTN (Induk Koperasi Tambang Nusantara), dirancang untuk menjadi payung yang lebih inklusif. Perubahan nama menegaskan cakupan tidak hanya tambang, tetapi juga migas, menyesuaikan dengan potensi ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

“Koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Dengan mendirikan koperasi, masyarakat tambang rakyat Kaltim tidak hanya mengejar keuntungan komersial, tetapi juga melaksanakan amanat konstitusi untuk membangun perekonomian yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Inilah kekuatan sebenarnya yang akan membawa kesejahteraan merata,” jelas Mulyadi.
 

Baca Juga :

Kemendes PDT Jajaki Kerja Sama dengan Institut Koperasi Malaysia


Ia juga menekankan bahwa komitmen revitalisasi dan reboisasi yang menjadi agenda Inkomitra merupakan bentuk tanggung jawab ekonomi berkelanjutan, menjaga aset lingkungan sebagai modal usaha jangka panjang.

Ketua Koordinator Inkomitra Provinsi Kalimantan Timur, Harta Daeng Tinggi menyatakan bahwa langkah berkoperasi adalah jalan menuju kedaulatan ekonomi masyarakat di sektor sumber daya alam.

“Kami siap mengimplementasikan regulasi ini dengan berkoperasi. Ini adalah momentum untuk mengubah pola dari sekadar mencari nafkah menjadi membangun usaha bersama yang berkelanjutan dan bermartabat,” ungkap Harta Daeng Tinggi.

Fahmi Junaedi salah satu pelaku usaha menambahkan dimensi sosial dari penguatan ekonomi melalui koperasi. “Bekerja dengan kondusif di bawah payung hukum jelas akan meningkatkan taraf hidup. Koperasi memungkinkan kita mengelola keuntungan secara kolektif, yang bisa dialokasikan untuk kesejahteraan anggota, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan komunitas sekitar tambang. Ini semata-mata untuk menghidupi dan memajukan masyarakat Kalimantan Timur,” papar Fahmi Junaedi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono: Normalisasi Ciliwung Dimulai, DKI Siap Antisipasi Curah Hujan Tinggi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Merasa Tersentuh, Dokter Reza Gladys Beri Hadiah Umroh untuk Ressa dan Mama Ratih
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
LRT Jakarta ke Manggarai Segera Beroperasi
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
IIMS 2026 Pamerkan Kendaraan Canggih dan Modern
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dorong Kemandirian Ekonomi Inklusif, Pertamina Lubricants Hidupkan Bengkel Difabel di Sulsel
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.