JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tiga anak yang menjadi korban perdagangan orang di pedalaman Sumatera saat ini belum diketahui asal-usulnya.
Ketiganya ditemukan polisi bersama seorang balita berinisial RZA yang dijual ibu kandungnya baru-baru ini.
Padahal, polisi membuka posko pengaduan untuk menampung laporan orangtua yang kehilangan anak.
"Polres Metro Jakarta Barat membuka satu layanan Posko Pengaduan kepada masyarakat yang merasa anaknya dalam kondisi diculik, tidak berada. Ini juga Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, membuka diri untuk mendapatkan informasi itu," ujar Budi di Danau Sunter Papanggo, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Kasus Ibu Jual Anak Terkuak, Tiga Balita Tanpa Identitas Ditemukan di Pedalaman Sumatera
Budi sendiri merasa janggal karena polisi sudah melakukan konferensi pers dan menginformasikan soal ketiga anak itu lewat berbagai media.
Namun, hingga saat ini belum ada pihak orangtua atau keluarga yang merespons.
Padahal, lazimnya jika ada anak atau anggota keluarga tidak pulang ke rumah, maka anggota keluarganya pasti sudah sibuk mencari atau lapor polisi.
"Apakah ini memang suatu adab, suatu kebiasaan untuk memperdagangkan anaknya? Nah, ini menjadi pendalaman oleh kita," tutur Budi.
Hal ini membuat polisi menduga ketiga anak tersebut juga dijual oleh orangtuanya.
Budi menambahkan, saat ini kondisi tiga anak tersebut dan balita RZA stabil dan sehat secara fisik serta psikis.
Keempat anak tersebut dititipkan di Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.
Baca juga: Dalami Motif Ibu Jual Anak ke Pedalaman Sumatera, Polisi: Apakah Ini Permainan?
Diberitakan sebelumnya, tiga orang anak ditemukan di pedalaman Sumatera.
Penemuan ini bermula saat polisi mencari balita berinisial RZA yang dijual oleh sang ibu, IJ (26).