Kinerja Perbankan di Sumbar Masih Positif meski Terdampak Bencana

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sumatra Barat menunjukkan kinerja yang positif dan memberikan kontribusi strategis bagi perekonomian daerah hingga penutupan tahun 2025.

Kepala OJK Sumbar Roni Nazra mengatakan melihat pertumbuhan PDRB triwulan IV-2025 (yoy) perekonomian Sumbar turut ditopang sebesar 1,69% dan hal ini mencerminkan prospek pembangunan yang berkelanjutan bagi Ranah Minang.

“Secara umum kinerja masih positif, meski memang merasakan adanya dampak bencana Sumatra,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan kinerja perbankan ini dapat dilihat pada total aset perbankan di Sumbar pada posisi Desember 2025 adalah sebesar Rp85,37 triliun atau tumbuh sebesar 1,64% dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya, dengan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp73,86 triliun atau tumbuh 0,68% yoy

Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp58,98 triliun atau tumbuh sebesar 5,09% yoy

“Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,67%, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,10%,” ujarnya.

Baca Juga

  • Restrukturisasi KUR bagi Nasabah Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp38,9 Miliar
  • Harga Gambir Anjlok, Petani di Sumbar Minta Intervensi Pasar
  • Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Tertinggal Jauh dari Nasional, Hanya 3,37% pada 2025

Kemudian untuk penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,06 triliun, kondisi ini terkontraksi sebesar 1,41% (yoy) atau 42,06% dari total kredit.

Selanjutnya melihat pada kinerja perbankan syariah pada posisi Desember 2025 memiliki total aset sebesar Rp14,36 triliun, atau tumbuh sebesar 10,58% yoy dengan total penghimpunan DPK sebesar Rp11,20 triliun atau tumbuh sebesar 2,74% yoy, dan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp12,10 triliun atau tumbuh 14,27% yoy

Roni bilang kabar baik datang dari perbankan syariah, yaitu untuk risiko pembiayaan yang ternyata lebih rendah dari perbankan konvensional, di mana rasio NPF 1,75%, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,32%. 

“Tunggakan kredit perbankan konvensional itu rasio NPL 2,67%, sementara perbankan syariah rasio NPF 1,75%,” tegasnya.

Selain itu melihat pada kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) baik konvensional maupun syariah pada posisi Desember 2025 juga tumbuh dengan baik. 

Total aset sebesar Rp3,12 triliun atau tumbuh 11,35% yoy, dengan total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp2,29 triliun atau tumbuh 9,44% yoy, dan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp2,25 triliun atau tumbuh 7,61% yoy, dengan 71,39% merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bank Jateng Slawi Serahkan Hadiah Bima dan CSR Videotron
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
KBRI Koordinasi dengan Aparat Singapura Kawal Kecelakaan Tewaskan Bocah WNI
• 14 jam laludetik.com
thumb
Proliga 2026 Putri: Kalahkan Gresik Petrokimia, Livin Mandiri Incar Final Four
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora Lewat Mandiri Sahabatku 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Liga Inggris, Klasemen, dan Top Skor: Coret Liverpool dari Jalur Juara, Manchester City Penantang Tunggal Arsenal
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.