Ditopang Bisnis EV, DRMA Optimistis Kejar Penjualan Rp6 Triliun

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

DRMA menilai bahwa peluang bisnisnya pada 2025 masih cukup baik, karena itu perusahaan berani memasang target penjualan sekitar Rp6 triliun.

Ditopang Bisnis EV, DRMA Optimistis Kejar Penjualan Rp6 Triliun. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menargetkan penjualan sekitar Rp6 triliun pada 2025, seiring upaya Perseroan memperkuat struktur pendapatan melalui ekspansi ke ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan diversifikasi bisnis di luar otomotif. Target ini disampaikan bersamaan dengan partisipasi DRMA dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

DRMA menilai bahwa peluang bisnisnya pada 2025 masih cukup baik, karena itu perusahaan berani memasang target penjualan sekitar Rp6 triliun. Pada pameran tersebut, DRMA menampilkan inovasi Battery Lithium 12V yang dikembangkan melalui unit bisnis Dharma Connect.

Baca Juga:
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Penjualan Rp6,5 Triliun di 2026

Manajemen menilai keikutsertaan di IIMS 2026 tidak hanya bersifat eksposur produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis untuk memperluas potensi kerja sama dan memperkuat posisi Perseroan dalam rantai pasok EV nasional.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, menyatakan bahwa pameran ini menjadi momentum bagi DRMA untuk menunjukkan arah pengembangan bisnis yang lebih berorientasi pada elektrifikasi dan energi terbarukan.

Baca Juga:
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Target Penjualan Rp6 Triliun Tercapai di Akhir 2025

“Keikutsertaan DRMA pada IIMS 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi Perseroan sekaligus memperluas potensi kolaborasi dengan pelaku industri otomotif. Hal ini sejalan dengan strategi kami menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Irianto, dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (8/2/2026).

Dari sisi keuangan, target penjualan Rp6 triliun ditopang oleh kinerja yang relatif stabil pada segmen komponen roda dua dan roda empat, yang masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Namun, manajemen mengakui bahwa kontribusi dari bisnis kendaraan listrik dan segmen non-otomotif mulai meningkat dan diharapkan semakin signifikan ke depan.

Baca Juga:
Dharma Polimetal (DRMA) Rampungkan Akuisisi Mah Sing Indonesia Senilai Rp41 Miliar

Sebagai bagian dari diversifikasi, DRMA mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS) serta solusi baterai untuk kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu lini bisnis di tengah volatilitas industri otomotif.

Irianto menekankan bahwa ketahanan kinerja Perseroan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri.

“Ketahanan kinerja DRMA merupakan hasil dari langkah adaptif Perseroan dalam merespons perubahan industri. Dengan strategi diversifikasi dan inovasi yang konsisten, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang dan terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirut ANTARA: Jurnalisme Harus Hadirkan Fakta, Kebenaran, dan Tanggung Jawab Sosial
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pertumbuhan Uang Primer Januari 2026 Melambat Jadi 14,7 Persen
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Siswa di Jakpus Disiram Air Keras Oleh Pelajar Lain, Korban Luka di Mata
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mahasiswi Unpam Tewas Terjatuh dari Lantai 2 Karena Tersandung Baja Ringan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Honorer, Pilar Senyap Pendidikan
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.