jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari secara resmi membuka gelaran First Tech Challenge (FTC) Nusantara Championship 2026 di SOR Universitas Indonesia, Depok, Minggu (8/2/2026).
Ajang internasional ini dinilai menjadi fondasi krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga melek teknologi.
BACA JUGA: NOC Minta Kepastian Anggaran dari Menpora Erick Thohir Menjelang SEA Games
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Okto ini menegaskan bahwa nilai-nilai robotika sejalan dengan semangat olimpiade, yakni sportivitas, berpikir kritis, dan kerja sama tim.
"Hari ini kita tidak hanya membuka kompetisi robotika, tetapi membuka ruang masa depan. Indonesia butuh talenta muda yang cerdas teknologi, berintegritas, dan siap bersaing secara global," ujar Okto di hadapan ratusan peserta.
BACA JUGA: Perjalanan NOC Selama 73 Tahun Bukti Dedikasi dan Semangat Mengembangkan Olahraga
Investasi di Bidang STEAMS
Ketua Dewan Pembina Indonesia First Robotics (IFR), Ilham Habibie, turut menekankan bahwa penguasaan STEMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Sports) adalah kunci karier masa depan.
BACA JUGA: Dukung Atlet di Ajang Internasional, BAIC Gandeng NOC Indonesia
"Mendukung FTC bukan sekadar menghadiri kompetisi, melainkan investasi nyata. Ini adalah gerakan kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri untuk menyiapkan generasi yang adaptif," kata putra Presiden ke-3 RI tersebut.
Hal senada disampaikan Anggota Dewan Pembina IFR, Yono Reksoprojo. Ia menjelaskan pergeseran paradigma pendidikan dari STEM menjadi STEAMS, dengan menambahkan unsur Sports (olahraga). Gagasan ini menempatkan olahraga sebagai fondasi karakter untuk menciptakan generasi yang sehat dan sportif secara akademis.
Menuju Panggung Dunia
Ketua Yayasan IFR, A. Hisham Wahono, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 490 siswa SMP dan SMA dari berbagai kota di Indonesia, serta tim luar negeri dari Malaysia dan Rusia.
"Dari event ini, akan dipilih dua tim terbaik untuk mewakili Indonesia di World Championship 2026 di Houston, Texas, pada April mendatang. Kejuaraan dunia tersebut akan diikuti oleh 110 negara," jelas Hisham.
Hisham menambahkan bahwa robotika kini berada di bawah naungan IESPA (Indonesia Esports Association) dengan jargon "Robotics is a Sport". Melalui kemasan kompetisi yang menarik dengan sistem skor dan penonton, diharapkan anak-anak dapat belajar teknologi dengan cara yang menyenangkan.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh jajaran petinggi IFR seperti Dr. Riza Wahono dan Dr. Yono Reksoprojo, serta perwakilan NOC Indonesia, Dr. Desra Ghazfan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri dan pemerintah daerah, diharapkan terus meningkat untuk memperluas jangkauan talenta teknologi di seluruh pelosok tanah air.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


