VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diklaim mendapat respons positif masyarakat dengan mayoritas publik merasa puas atas program andalan Presiden Prabowo tersebut.
Survei dari lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan sebanyak 72,8 persen puas atas program dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.
Burhanuddin menjelaskan bahwa responden yang merasa "sangat puas" sebanyak 12,2 persen, kemudian yang "cukup puas" sebanyak 60,6 persen. Kemudian responden yang merasa "kurang puas" sebanyak 19,9 persen dan "tidak puas sama sekali" sebanyak 4,5 persen. "Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat," ujarnya
Menurutnya, mayoritas responden yang mengaku puas dengan program MBG adalah Gen Z dengan 80,7 persen. Adapun berdasarkan dari sebaran wilayah, warga Jakarta dengan proporsi paling banyak tak puas dengan 47,6 persen tidak puas program MBG.
"Jadi tepatnya 52% warga Jakarta yang puas. Jadi itu ya, warga Jakarta paling banyak proporsi warga yang tidak puas terhadap program MBG," imbuhnya.
Selain itu, tingkat kepuasan terhadap program MBG juga akan berimplikasi kepada tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo. Namun dari survei itu juga, kata dia, ada responden yang merasa tidak puas terhadap program MBG, tetapi masih puas terhadap kinerja Prabowo.
Di samping itu, menurut survei Indikator, ada seperempat responden yang tak puas terhadap MBG cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Menurut dia, BGN harus memperbaiki kualitas program MBG maupun meminimalisir kasus-kasus negatif, seperti keracunan.
"Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," ujarnya
Survei dilakukan terhadap 1.220 responden yang merupakan WNI dalam kurun 15-21 Januari 2026, melalui metode wawancara secara langsung, dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496292/original/006827300_1770523113-IMG20260208_094817__1_.jpg)
