Bisnis.com, JAKARTA — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) merespons positif rencana Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan program gentengisasi atau penggantian atap seng menjadi genteng bagi hunian rakyat.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan standarisasi kualitas bangunan di Indonesia.
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyasar aspek estetika bangunan, tetapi juga memiliki korelasi kuat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penggunaan material genteng dianggap lebih unggul dibandingkan seng, terutama dalam hal ketahanan terhadap iklim.
"Genteng itu mungkin dibandingkan dengan seng gitu kan, kualitasnya lebih baik dan bukan saja soal estetika, tapi juga lebih tahan terhadap korosi dan sebagainya. Saya kira itu mungkin salah satu aspek, itu terkait dengan kualitas hidup bangsa kita," ujar Ilham di Jakarta, dikutip Minggu (8/2/2026).
Putra presiden ke-3 RI ini menyebutkan bahwa material seng memiliki kerentanan tinggi terhadap korosi, terutama di wilayah tropis dengan tingkat kelembapan dan salinitas tinggi.
Sebaliknya, genteng berbahan batu atau material padat lainnya mampu memberikan perlindungan jangka panjang yang lebih mumpuni bagi penghuninya.
Baca Juga
- Menteri Maman: UMKM Paling Diuntungkan dari Program Gentengisasi
- Prabowo Pidato soal Gentengisasi, Perajin Genteng Majalengka Langsung Tagih Janji
- Prabowo Canangkan Program Gentengisasi, Suplai Bahan Baku Genteng Terbatas
Meski demikian, Ilham mengakui bahwa secara kelembagaan PII belum melakukan kajian teknis mendalam terkait program tersebut karena merupakan wacana yang relatif baru. Namun, dia melihat adanya sinkronisasi antara visi Presiden dengan prinsip keinsinyuran dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan.
"Dan saya kira mungkin dari pemikiran saya secara pribadi itu untuk meningkatkan dan memaksimalkan kualitas hidup daripada bangsa kita. Itu satu hal yang baik, tapi kita sebagai organisasi [PII] belum pernah membahasnya, ini kan relatif baru," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggagas program nasional penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang indah, sejuk, dan layak huni.
Gagasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan Taklimat Presiden dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Prabowo menilai penggunaan atap seng yang semakin masif di hampir seluruh kota, kecamatan, hingga desa telah mengurangi kualitas lingkungan permukiman. Selain menimbulkan panas bagi penghuni, seng juga mudah berkarat dan dinilai tidak mencerminkan keindahan Indonesia.
"Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Seng panas, seng berkarat,” tegas Prabowo.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496216/original/053808600_1770511073-Prabowo.jpeg)