Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto berhasil mencatat tingkat kepuasan masyarakat yang nyaris 80 persen pada 17 bulan pertama kepemimpinannya. Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan 79,9 persen responden merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo.
“Angka ini sangat tinggi, terutama jika dibandingkan dengan presiden sebelumnya pada awal masa jabatannya,” ujar Prof. Burhanuddin Muhtadi, Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026
Ia melanjutkan, jika dibandingkan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 dan Joko Widodo (Jokowi) pada 2014, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo di masa awal kepemimpinannya jauh lebih tinggi.
Burhanuddin menyebut, hal ini terjadi karena ada dua faktor utama yang mendukung capaian ini.
Pertama, kemenangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 dengan 58,6 persen suara atau 96 juta pemilih, menjadi rekor jumlah suara tertinggi seorang presiden di Indonesia.
“Untuk konteks, SBY pada Pilpres 2009 meraih kurang dari 70 juta suara, sedangkan Jokowi pada Pilpres 2019 juga lebih rendah dari Prabowo,” jelasnya.
Kedua, faktor kemampuan kepemimpinan Prabowo sendiri, didukung oleh dukungan langsung dari mantan Presiden Jokowi.
Meskipun sempat terjadi penurunan popularitas pada Agustus 2025 akibat aksi demonstrasi, tingkat kepuasan publik kembali stabil dalam waktu singkat.
Survei Indikator juga mencatat alasan masyarakat puas terhadap Presiden Prabowo. Keseriusan pemerintah memberantas korupsi menjadi faktor utama yakni sebesar 17,5 persen.
“Hal ini, diikuti pemberian bantuan langsung sebesar 15,6 persen, kualitas program kerja sebesar 11 persen, bukti kinerja nyata sebesar 10,5 persen, serta sikap tegas dan berwibawa Prabowo sebesar 9,7 persen),” kata dia
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat apresiasi sebesar 8,4 persen.
Survei yang dilakukan secara tatap muka pada 15–21 Januari 2026 ini melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin kesalahan ±2,9 persen.
Editor: Redaktur TVRINews




