Piala Dunia 1962: Battle of Santiago dan Brasil Juara Tanpa Pele

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riki Ilham Rafles

TVRINews - Jakarta

Battle of Santiago menjadi pertandingan paling dikenang dari Piala Dunia 1962.

Dua tahun sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962, Cili diguncang gempa berkekuatan 9,5 Skala Richter. Kota-kota luluh lantak, termasuk stadion yang akan dijadikan lokasi pertandingan mengalami kerusakan.

Karena bencana itu, banyak pihak yang mendesak Cili untuk mengundurkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 1962. Pemerintah dan Federasi Sepak Bola Cili (FFCh) menolak menyerah.

Dengan sumber daya terbatas, stadion dan infrastruktur transportasi diperbaiki seadanya. Semangat mempertahankan status tuan rumah Piala Dunia 1962 meningkatkan nasionalisme masyarakat Cili.

Awalnya ada delapan stadion yang disiapkan untuk menggelar pertandingan. Namun, pada akhirnya hanya ada empat, yakni Estadio Nacional, Estadio Sausalito, Estadio El Teniente, dan Estadio Carlos Dittborn, yang siap untuk digunakan.

Battle of Santiago

Cili menjalani pertandingan kedua Grup 2 menghadapi Italia. Tuan rumah memiliki modal kepercayaan diri setelah berhasil unggul 3-1 atas Swis di laga pembuka Piala Dunia 1962.

Duel Cili vs Italia selalu dikenang dari Piala Dunia 1962. Pertandingan yang diberi nama Battle of Santiago dianggap paling brutal dalam sejarah turnamen paling bergengsi sepak bola.

Pertandingan berlangsung keras sejak awal. Sikut, tendangan, pukulan, hingga serangan tanpa bola terus terjadi. Wasit asal Inggris, Ken Aston benar-benar kewalahan memimpin pertandingan.

Saat itu kartu kuning dan kartu merah belum diperkenalkan dalam pertandingan. Akan tetapi, untuk pelanggaran yang sudah terlewat batas, wasit bisa mengeluarkan pemain dari lapangan.

Giorgio Ferrini diusir oleh Ken Aston saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Dia sempat menolak keputusan itu, sampai akhirnya harus diseret keluar oleh polisi.

Pada menit 38, giliran Mario David diusir keluar lapangan oleh wasit karena menendang kepala pemain Cili, Leonel Sanchez. Lagi-lagi polisi harus turun tangan meredakan ketegangan karena insiden ini memicu perkelahian antarkedua tim.

Unggul jumlah pemain, Cili berhasil mencetak dua gol di babak kedua. Kemenangan yang disambut gembira oleh para pendukung, karena sebelum pertandingan semangat nasionalisme mereka terbakar oleh tulisan dari jurnalis Italia.

Antonio Ghiredelli dan Corrado Pizzineli membuat tulisan yang merendahkan Kota Santiago dan Cili dengan menyebutnya sebagai tempat kumuh dan banyak orang miskin.

Turnamen Tanpa Ampun

Penonton sepak bola modern mungkin akan sulit membayangkan jalannya pertandingan Piala Dunia 1962 yang penuh kontak fisik di atas lapangan, tapi minim ganjaran dari wasit.

Meski wasit memiliki kuasa untuk mengeluarkan pemain dari lapangan karena bertindak di luar batas, tapi saat itu belum diterapkan kartu kuning dan kartu merah. Situasi itu membuat perlindungan terhadap pemain nyaris tidak ada.

Pergantian pemain di tengah pertandingan juga belum diterapkan pada kesempatan ini. Tak heran ada beberapa tim yang harus bermain kurang dari 11 orang, karena pemainnya cedera dan tak bisa dipaksa terus berada di atas lapangan.

Brasil Juara Tanpa Pele

Brasil datang ke Piala Dunia 1962 dengan status juara bertahan. Sosok Pele menjadi yang paling disorot dari skuat Tim Samba karena bersinar di edisi sebelumnya.

Pele cuma bermain sekali untuk Brasil di Piala Dunia 1962 saat menang 2-0 atas Meksiko dan menyumbang satu gol. Setelah itu dia mengalami cedera, dan absen hingga Tim Samba berlaga di final.

Saat Pele tidak ada di dalam skuat Brasil, muncul sosok Garrincha yang menjadi bintang. Beroperasi di sisi sayap kanan penyerangan, dia memperlihatkan kemampuan terbaik dengan mencetak empat gol sepanjang turnamen.

Brasil sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia berkat kemenangan 3-1 atas Ceko di partai puncak. Ini menjadi pembuktian dari mereka bahwa tanpa Pele, tim tetap kuat.

Editor: Riki Ilham Rafles

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penegasan Kembali Prabowo yang Tak Ragu-ragu Lawan Korupsi
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Guru Agama di Nunukan Jadi Korban Bullying di Sekolah, Dilempar Kursi oleh Kepsek sampai Sertifikasi Tertahan Selama Setahun
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prabowo-Khofifah Tekankan Persatuan
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Update Penerima Bansos PKH-BPNT 2026 Tahap 1 yang Cair Februari 2026, Ini Cara Ceknya
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Andre Rosiade Ajak Siswa SMAN 1 Padang Bangun Sumbar Lewat Pendidikan
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.