Jusuf Hamka: Satukan Ulama-Umara, Prabowo Ingin Hapus Kesenjangan di Masyarakat

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh Islam Tionghoa Jusuf Hamka memuji tekad Presiden Prabowo Subianto yang ingin ada persatuan antara pemerintah atau Umara dengan ulama atau orang berilmu.

Jusuf menyebut, dengan menyatukan umara dan ulama, Prabowo ingin menghapus kesenjangan kemakmuran di masyarakat.

BACA JUGA: Di Forum MUI, Prabowo Ajak Elemen Bangsa Bersatu Memberantas Korupsi

"Jadi, beliau kepengin negeri ini tidak ada kesenjangan lagi," tutur Jusuf Hamka di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Pengusaha muslim dari Jakarta ini mengatakan, persatuan umara dan ulama diharapkan bisa mewujudkan pemerataan kemakmuran di seluruh masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Prabowo: MUI Selalu Jadi Pilar Stabilitas dan Toleransi Antara Seluruh Umat

Menurutnya, Prabowo memiliki tekad untuk memberikan kesempatan pada semua golongan masyarakat untuk mendapatkan keleluasaan ekonomi.

Jusuf Hamka yang karib disapa Babah Alun ini mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang menjadi perwujudan pemerataan yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dirasakan puluhan juta siswa di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Bangun Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Menurut Babah Alun, Prabowo tidak ingin perputaran ekonomi di Indonesia hanya dikuasai segelintir orang saja.

"Jadi, beliau bilang 'saat ini mendingan uangnya saya kasih ke MBG. Ini anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus. Saya kasih ke koperasi supaya di desa-desa UMKM bergerak dan ekonomi akan bangkit',” tegasnya.

Babah Alun menuturkan, tekad Presiden ke-8 RI ini ingin menaikkan derajat masyarakat miskin di Indonesia. Ia mengatakan, selama ini, kesenjangan menjadi penyebab masyarakat miskin di Indonesia semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya.

Hal inilah yang ingin dihapus Presiden Prabowo. "Beliau punya cita-cita mulia, saya lihat. Ingin yang miskin menjadi menengah, yang kaya juga jangan lebih-lebih lagi. Udah cukup,” tutur Jusuf.

"Makanya beliau atur semuanya. Ditindak-tindakin. Yang menyimpang dikit, tindak semua. Enggak ada ampun,” tambahnya.

Pengusaha jalan tol ini menilai, wujud tekad Prabowo untuk membuat Umara dan Ulama bisa bersatu mewujudkan masyarakat sejahtera yakni hadiah pada Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupa lahan 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI. Jusuf mengatakan, pemberian hadiah ini bentuk rasa sayang Prabowo pada seluruh umat Islam di Indonesia.

Saat ini, kantor MUI di Jalan Proklamasi merupakan milik Departemen Agama yang dipinjamkan ke MUI. Jusuf mengatakan, MUI pernah dijanjikan akan dibangunkan kantor di kawasan Taman Mini, tapi hal itu tidak pernah terealisasi sampai sekarang.

"Dan hari ini satu surprise, kejutan, ya kok saya jadi... tadi waktu ini (diumumkan) terenyuh, waktu Presiden bilang. Sampai (mengucap) ‘Allahuakbar’, ini ternyata Presiden ini yang namanya Prabowo yang paling sayang kepada umat Islam,” ujar pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada itu.

Jusuf mengaku, lahan yang awalnya milik Kedutaan Besar Inggris itu pernah akan dibeli oleh adiknya seharga Rp 1,2 triliun. Namun, negara tidak menjual lahan tersebut. "Negara tidak menjual. Negara pakai. Sekarang buat kepentingan MUI. Terus ada Baznas nanti dia di situ. Terus ada LDU, Lembaga Dana Umat. Dan dibangun 40 lantai. Ini megah sekali,” ucap Jusuf.

Menurutnya, pembangunan gedung 40 lantai untuk MUI yang dijanjikan Presiden Prabowo ini setidaknya akan menelan biaya sekitar Rp 9,8 triliun. Hal itu didasarkan perkiraan gedung yang akan dibangun seluas 1.000 meter dengan tinggi 40 lantai, jadi ada 40 ribu meter. Biaya pembangunan satu meter gedung tinggi bisa mencapai Rp 20 juta. Artinya, pembangunan per lantai bisa menghabiskan Rp 20 miliar per 1.000 meter per lantai.

"Kalau 40 lantai, Rp 20 miliar x 40, Rp 8 T ya kalau tidak salah. Rp 8 T plus Rp 1,2 itu Rp 9,8 T. Ini hadiah,” tegas Jusuf Hamka.

Babah Alun menyarankan agar gedung 40 lantai ini nantinya menjadi monumen yang bisa dibanggakan Bangsa Indonesia seperti Petronas Tower di Malaysia. Diperkirakan, pembangunan gedung akan selesai dalam waktu tiga tahun.

“Ya saya sih menyarankan kepada pemerintah jangan hanya dibuat gedung begitu saja buat perkantoran, tetapi juga dibuatkan jadi tempat wisata religi di sana. Jadi perjuangan Islam di Indonesia itu ada tuh kelihatan semacam museum ininya. Terus di atasnya dibuat kayak Petronas Tower. Ini kan satu kebanggaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan telah menyediakan lahan 4.000 meter di depan Bundaran HI untuk pembangunan gedung bagi MUI dan badan umat Islam lainnya.

"Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," kata Prabowo, saat menyampaikan taklimat dalam acara doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Prabowo menegaskan, di lahan itu akan dibangun gedung bertingkat 40 lantai tergantung keputusan Menteri Agama Nasaruddin Umar. "Kita akan bangun gedung terserah Menteri Agama berapa puluh lantai. Rencananya berapa? Berapa? Empat puluh lantai," ujar Prabowo.(ray/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
NASA Ajak Publik Ikut Misi Artemis II melalui Program Send Your Name to Space
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Laga Panas Liga Inggris: Brentford Sikat Newcastle Lewat Drama Menegangkan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Persija vs Arema: Macan Kemayoran Keok dari Singo Edan di Kandang
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Polres Ngawi Ungkap Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi Ilegal
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
• 7 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.