Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, menyatakan masih membuka peluang untuk menambah pemain diaspora baru setelah menjalani dua laga uji coba melawan China U-17 sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U-17 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Nova menyusul kekalahan telak timnas U-17 Indonesia dengan skor 0-7 dari China pada laga uji coba pertama yang digelar di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu.
Saat ini, timnas U-17 Indonesia baru memiliki satu pemain diaspora, yakni Nicholas Indra Mjoesund, yang memperkuat klub Norwegia, Rosenborg BK.
“Kita observasi dengan dua pertandingan ini, dan kita lihat apakah perlu penambahan pemain baru lagi atau perlu mencari pemain diaspora lagi atau perlu uji coba internasional,” kata Nova Arianto dalam jumpa pers pascapertandingan, Minggu.
Terkait sosok pemain diaspora yang berpotensi dipanggil, Nova menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih baru timnas U-17, Kurniawan Dwi Yulianto. Evaluasi menyeluruh, termasuk opsi penambahan pemain diaspora, dilakukan untuk mempersiapkan skuad Garuda Muda menghadapi Piala Asia U-17 2026 yang akan berlangsung pada akhir April mendatang.
Pada ajang tersebut, timnas U-17 Indonesia ditargetkan mampu lolos dari fase grup atau setidaknya menembus babak perempat final demi mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 yang akan digelar di Qatar.
Sebelum berlaga di Piala Asia U-17 2026, timnas U-17 Indonesia juga dijadwalkan mengikuti Kejuaraan ASEAN U-17 yang akan berlangsung di Indonesia.
“Itu yang akan kita coba evaluasi agar tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai,” ujar Nova.
Nova juga menepis anggapan bahwa kekalahan telak dari China disebabkan oleh minimnya chemistry antarpemain. Menurutnya, mayoritas pemain sudah terbiasa bermain bersama dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 dengan nama Garuda United U-18.
Tim Garuda United U-18 bahkan tampil impresif di kompetisi tersebut dengan memuncaki klasemen setelah mengoleksi 55 poin dari 22 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, satu kali imbang, dan tiga kekalahan. Dari total laga itu, Garuda United U-18 mampu mencetak 62 gol dan hanya kebobolan 15 gol.
“Mereka sudah bekerja bersama selama lima bulan. Dan mereka tampil di EPA, tapi memang itu yang saya sampaikan di awal kemarin adalah bagaimana secara intensitas pertandingan, secara tekanan, pasti berbeda,” jelas Nova.



