VIVA –Membicarakan kesehatan area intim masih kerap dianggap tabu, meski kita sudah memasuki tahun 2026. Padahal, memahami kondisi area intim justru bisa membantu kita mengenali tanda-tanda ketika tubuh sedang tidak baik-baik saja.
Berbagai perubahan kecil yang muncul sering kali menjadi sinyal awal adanya masalah. Dengan menyadarinya sejak dini, kita bisa terhindar dari kekhawatiran berlebihan dan, dalam beberapa kasus, bahkan menyelamatkan nyawa.
Konsultan ahli bedah urologi di The Forbury Clinic, Shafi Wardak mengingatkan bahwa selain tanda-tanda yang jelas seperti nyeri, pembengkakan, atau cairan tidak normal, ada juga gejala yang sering luput diperhatikan namun bisa mengarah pada masalah kesehatan tertentu. Berikut beberapa tanda yang jarang disadari dan perlu diwaspadai seperti melansir laman Unilad, Senin 9 Februari 2026.
Perubahan pola buang air kecil
Perubahan saat buang air kecil bisa menjadi peringatan penting. Lebih sering buang air kecil bisa mengarah pada infeksi saluran kemih, apalagi jika disertai rasa perih. Namun, hal ini juga bisa menandakan kandung kemih terlalu aktif, pembesaran prostat, atau bahkan diabetes.
Aliran urine yang lemah atau terputus-putus sering dikaitkan dengan gangguan prostat seperti pembesaran prostat jinak (BPH) atau, dalam kasus tertentu, kanker prostat. Kondisi ini juga bisa terjadi jika saluran kemih menyempit akibat cedera atau infeksi.
Warna urine juga penting diperhatikan. Urine yang gelap biasanya menandakan tubuh kekurangan cairan, tetapi jika warnanya cokelat tua, bisa berkaitan dengan masalah hati.
Urine berwarna merah atau merah muda menandakan adanya darah, yang bisa disebabkan oleh infeksi, batu ginjal, atau kondisi serius seperti kanker kandung kemih atau ginjal.
Perubahan pada kulit
Kulit penis dapat mencerminkan kondisi kesehatan di dalam tubuh, sehingga perubahan tampilan, tekstur, atau warna tidak boleh diabaikan.
Ruam sering disebabkan oleh infeksi jamur atau reaksi alergi, tetapi jika tidak kunjung hilang, sebaiknya diperiksakan. Benjolan bisa saja tidak berbahaya, seperti papula mutiara, namun juga dapat menandakan kutil kelamin, infeksi virus, atau dalam kasus langka, kanker.
Lepuhan yang pecah menjadi luka biasanya berkaitan dengan herpes, sedangkan luka tanpa rasa nyeri bisa mengarah pada sifilis. Keduanya memerlukan penanganan medis.




