Jakarta, VIVA – PT Berdikari meresmikan pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi yang diresmikan Danantara sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta rantai nilai industri peternakan Indonesia.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi mengatakan pembangunan fasilitas GPS tersebut menjadi wujud komitmen Berdikari dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.
- Dok. Istimewa
Saat ini, lanjut dia, kebutuhan daging ayam nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi masih berada di kisaran 4 juta ton dan mayoritas terpusat di Pulau Jawa.
"Kondisi ini mendorong Berdikari, sebagai BUMN peternakan bagian dari holding pangan ID FOOD, untuk berperan aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional," kata dia dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin, 9 Februari 2026.
Maryadi mengatakan bahwa fasilitas Kandang dan Hatchery GPS yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare ini memiliki kapasitas 18.000 ekor GPS dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 900 ribu ekor Parent Stock (PS) dan 130 juta Final Stock (FS).
Bibit PS tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa guna mendukung produksi ayam pedaging yang berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing.
Di sisi lain, Maryadi menyebut proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan ekosistem industri peternakan, serta peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
"Pembangunan fasilitas ini turut mendukung program strategis pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis, dengan potensi produksi daging ayam karkas mencapai sekitar 169 juta kilogram," katanya.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama PT Berdikari Fernando T. Rorimpandey, Komisaris Independen PT Berdikari Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, Direktur Utama PT Berdikari Maryadi, serta Direktur Keuangan dan SDM PT Berdikari Kaspiyah.
Kehadiran jajaran komisaris dan direksi tersebut menegaskan komitmen penuh manajemen dalam mendorong penguatan hilirisasi ayam terintegrasi sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan dan kontribusi nyata PT Berdikari terhadap ketahanan pangan nasional.
Sebagai informasi, peresmian ini turut dihadiri secara daring oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Dony Oskaria.




