Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia pada awal pekan ini, Senin (9/2/2026) menurun seiring dengan ketegangan di Timur Tengah mereda. Hal ini diperkirakan mengikis risiko penurunan suplai dalam jangka pendek.
Dilansir Bloomberg, harga minyak Brent untuk kontrak April terkoreksi 1,2% ke level US$67,25 per barel pada pukul 7.01 pagi waktu Singapura, usai terpangkas hampir 4% minggu lalu. Sementara itu, harga minyak WTI untuk pengiriman Maret turun 1% ke US$62,91 per barel.
Di sisi lain, Iran dan AS terlibat dalam pembicaraan pada Jumat pekan lalu di Oman dalam upaya meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan sesi tersebut merupakan sebuah langkah maju.
Saat AS telah mengerahkan pasukan militer di wilayah tersebut, Presiden Donald Trump mengatakan akan ada pertemuan lain pada awal pekan ini.
Pemimpin AS itu juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari mendatang, sambil juga mempersiapkan paket tarif untuk negara-negara yang berbisnis dengan Teheran.
Harga minyak mentah telah naik sejak awal tahun ini meskipun ada kekhawatiran luas tentang kelebihan pasokan, dengan kenaikan yang didukung oleh ketegangan geopolitik serta penghentian beberapa aliran, termasuk dari Kazakhstan.
Namun, harga turun pekan lalu karena tanda-tanda kemajuan antara Iran dan AS, yang dilihat oleh para pedagang sebagai mengurangi kemungkinan intervensi militer dalam waktu dekat.





