Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan kembali turun pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/2). Analis merekomendasikan saham-saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hingga PT Indika Energy Tbk (INDY).
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini menuju level support di area 7.700 - 7.800. Jika tekanan berlanjut, koreksi diperkirakan dapat menguji level support berikutnya di kisaran 7.500.
Potensi pelemahan tersebut dipicu adanya perubahan outlook dari lembaga pemeringkat Moody’s terhadap Indonesia. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risk premium aset domestik dalam jangka pendek, memicu arus keluar dana asing (foreign outflow), melemahkan nilai tukar rupiah serta meningkatkan volatilitas pasar saham.
“Namun tekanan akibat revisi outlook diperkirakan lebih bersifat sementara selama peringkat Indonesia tidak diturunkan dari level investment grade” kata Phintraco Sekuritas dalam keterangannya dikutip Senin (9/2).
Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 7.700. Sementara level resistance berada di Rp 8.100.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Phintraco Sekuritas kemudian memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor hari ini antara lain PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang rebound. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat sudah berada di area oversold. Selain itu, pasar juga mencatatkan aksi beli bersih investor asing sebesar Rp 774,50 miliar pada perdagangan terakhir.
Dari sisi eksternal, perhatian investor tertuju pada rilis data makroekonomi Amerika Serikat, seperti nonfarm payroll, indeks harga konsumen (CPI), dan data penjualan ritel. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.
Dari domestik, pelaku pasar mulai menyesuaikan portofolio terhadap saham-saham yang telah meningkatkan porsi saham publik (free float) hingga 15%. Selain itu, indeks keyakinan konsumen pada Januari 2026 diperkirakan tetap berada di level optimistis, didukung oleh efek musiman Natal dan Tahun Baru.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Nafan untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indika Energy Tbk (INDY).



