MEJA Umumkan Progres Terbaru Rencana Akuisisi 45 Persen Saham Trimata Coal Perkasa

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan perkembangan terbaru terkait rencana akuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) oleh perseroan.

MEJA Umumkan Progres Terbaru Rencana Akuisisi 45 Persen Saham Trimata Coal Perkasa. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan perkembangan terbaru terkait rencana akuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) oleh perseroan.

Direktur MEJA Noprian Fadli menyatakan, TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam (MAM) sebagai kontraktor tambang untuk melaksanakan eksploitasi tambang batu bara milik TCP di Kecamatan Tungkal LIR, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, di mana kuasa jual batu bara tetap berada di TCP.

Baca Juga:
MEJA Berencana Akuisisi Trimata Coal Perkasa Senilai Rp1,6 Triliun

"MAM akan melaksanakan eksploitasi batu bara di tahun 2026 dengan target produksi 1,5 juta ton sesuai dengan RKAB TCP tahun 2026 yang telah disetujui Kementerian ESDM," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (9/2/2026).

Lebih lanjut, Noprian mengungkapkan, TCP juga telah mendapat pembeli siaga batu bara yang diproduksi tersebut yaitu Agro Energy Trading Pte Ltd.

Baca Juga:
MEJA Siap Melangkah ke Bisnis Batu Bara Lewat Akuisisi Trimata Coal Perkasa

Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Bersyarat untuk akuisisi 45 persen saham TCP oleh MEJA tertanggal 22 Desember 2025, MEJA akan menjadi Pemegang Saham Pengendali di TCP. Pelaksanaan akuisisi saham TCP tersebut akan dilakukan bertahap.

Baca Juga:
Ini Pemilik Trimata Coal Perkasa, Perusahaan Tambang Batu Bara yang Mau Diakuisisi MEJA

"Saat ini kami dengan Pemegang Saham Pengendali TCP sedang mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar MEJA dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk penambahan modal untuk pelaksanaan akuisisi tersebut," katanya.

Tambang batu bara TCP merupakan aset batu bara skala besar di Sumatera Selatan dengan luasan konsesi ±11.640 hektare, seam batu bara tebal dan ekonomis karakteristik geologi dan metode open pit menjadikan tambang ini cocok untuk operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi.

Laporan JORC PT Trimata Coal Perkasa menunjukkan, estimasi mineable coal resources sekitar ±693,7 juta ton, yang mencerminkan potensi geologi batu bara skala besar dan mendukung pengembangan tambang terbuka (open pit) jangka panjang. Estimasi sumber daya ini disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.

"Berdasarkan informasi dari TCP, kami memperkirakan TCP akan memperoleh Laba Sebelum Pajak sebesar USD7-10 per ton dari aktivitas penambangan dan penjualan batu bara tersebut. Kami memperkirakan enterprise value TCP kurang lebih sebesar Rp2,49 triliun," ujar Noprian.

Sebagai informasi, PT Triple Berkah Bersama (Triple B) selaku Pemegang Saham Pengendali MEJA dengan Pemegang Saham Pengendali PT Trimata Coal Perkasa (TCP) pada 22 Desember 2025 menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat terkait rencana akusisi 45 persen saham TCP oleh MEJA melalui mekanisme shares swap saham TCP dengan saham MEJA atau cara lain sepanjang tidak menggunakan kas MEJA.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KDM Pasang Badan, Pemprov Jabar Siap Bayari PBI BPJS Warga Penderita Penyakit Kronis yang Dicoret Kemensos
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kulkas Side by Side Polytron Cuma Rp6 Jutaan di Transmart
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Periksa Pandji, Polisi Dalami Latar Belakang dan Tujuan Materi ‘Mens Rea’
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Hisense Dinobatkan sebagai Pabrik Lighthouse Customer Centricity Pertama di Dunia dalam Industri TV oleh World Economic Forum
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Prabowo Kumpulkan TNI dan Polri di Istana, Bahas Agenda Strategis Awal Tahun
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.