Pramono Sindir Blusukan Pejabat yang Masuk Gorong-gorong

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak mau masuk gorong-gorong seperti yang banyak dilakukan banyak pejabat pemerintahan.

Bersama eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Pramono mengaku dirinya dibesarkan dalam teknokrasi.

BACA JUGA: Antitesis Jokowi, Anies Tak Pernah Masuk Gorong-Gorong demi Pencitraan

"Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK, kami berdua ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," kata Pramono kepada wartawan di sela aksi kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (9/2).

Pramono yang berdiri tepat di samping Jusuf Kalla itu mengatakan bahwa dirinya bisa saja masuk ke dalam gorong-gorong, namun risikonya akan ditertawai wartawan.

BACA JUGA: Pramono Umumkan Realisasi APBD 2025, Surplus Anggaran Rp 3,8 Triliun

"Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong," ujar Pramono berkelakar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam kerja bakti massal itu menerjunkan sebanyak 171.134 petugas gabungan serta potensi masyarakat.

"(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya.
Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang," kata Pram.

Selain itu, kata Pramono Anung, Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) serta Kapolda Metro Jaya juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan pascabanjir itu.

"Semua Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) terlibat secara bersama-sama. Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden RI ketika Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) kemarin," ujar Pram.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan fokus utama kegiatan ini adalah pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas saluran air dan mencegah penyumbatan sampah.

"Karena yang namanya 'fogging' (pengasapan) itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kami dengar 3M (menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang). Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat," kata Rano.

Selain menerjunkan personel, Pemprov DKI juga mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas.

Pemprov DKI, lanjut Rano, juga berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) seluruh DKI Jakarta dalam melaksanakan kegiatan ini.

PMI DKI memberikan dukungan dengan menyiapkan sebanyak hampir lima ribu cangkul, lima ribu sekop, 10 ribu gerobak dorong dan tiga ribu karung untuk mengangkut sampah.

Setiap kota administrasi memperoleh masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak dan 600 karung.

Rano pun mendorong kesadaran seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap bersih dan sehat.

"Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama," kata Rano.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Longsor Timbun Rumah di Wonosobo, 1 Orang Ditemukan Tewas
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Update Penerima Bansos PKH-BPNT 2026 Tahap 1 yang Cair Februari 2026, Ini Cara Ceknya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Diancam Golok saat Penertiban PKL
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
15 Caption Ucapan Selamat Imlek 2026, Cocok untuk Sosial Media
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Jaecoo Serap Ide Modifikasi J5 EV dari Pengunjung IIMS 2026
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.