Pemprov Sulsel: Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,43%

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2025 tumbuh 5,43%, lebih tinggi dibanding 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,02%. Pertumbuhan 2025 juga sekaligus menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Sulsel Syamsul mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh masifnya pembangunan infrastruktur yang dijalankan selama setahun terakhir.

Pemerintah provinsi tercatat telah menggenjot berbagai proyek jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya di tiap kabupaten/kota. Langkah tersebut diklaim berhasil mendorong produktivitas berbagai lapangan usaha, sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi yang lebih agresif.

"Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting penggerak ekonomi Sulsel. Kami mendorong percepatan akses jalan hingga jembatan pada 2025. Hasilnya pertumbuhan kita capai titik tertinggi sejak Covid-19," kata Syamsul di Makassar, Jumat (6/2/2026).

Capaian tersebut, ditambahkannya, juga sebagai bukti bahwa hasil pertumbuhan tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah provinsi di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi dan tidak menentu.

Syamsul pun optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun ini akan lebih tinggi, seiring berlanjutnya kebijakan pembangunan infrastruktur yang ditargetkan semakin masif.

Baca Juga

  • Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43%, Tertinggi setelah Pandemi Covid-19
  • Jajaki Kerja Sama, Singapura Berpeluang Tambah Investasi di Sulsel
  • Kinerja Ekspor Sulsel 2025 Lesu, Kontraksi 22,34% dari Tahun Lalu

Sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Sulsel Aryanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang oleh hampir seluruh lapangan usaha. 

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 10,80%; diikuti jasa keuangan dan asuransi sebesar 8,87%; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,79%.

"Satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah pengadaan listrik dan gas. Penurunannya tercatat mencapai 5,21%," kata Aryanto.

Berdasarkan struktur PDRB, ekonomi Sulsel masih ditopang oleh empat lapangan usaha utama. Paling tinggi adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 23,01%. Lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan di 2025 sebesar 7,06%. 

Selanjutnya lapangan usaha perdagangan besar dan eceran berkontribusi 14,61% dengan pertumbuhan 4,81%; lalu konstruksi berkontribusi 13,09% yang mampu tumbuh 3,77%; serta industri pengolahan berkontribusi 12,91% dengan pertumbuhan 5,04%.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cadangan Devisa Susut Tergerus Depresiasi Rupiah, Kebijakan BI Jadi Sorotan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Siswa SMK 34 Jakarta Tewas Kecelakaan di Matraman Gegara Jalan Berlubang, Paramono Bilang Begini
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Fabio Lefundes Minta Borneo FC Jaga Konsistensi, Demi Bersaing dengan Persib
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Merinding! Stadion GBK Riuh dengan Sorak-sorakan The Jakmania dan Aremania Ciptakan Atmosfer Hangat di Laga Persija Vs Arema
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Rendam Permukiman Lereng Gunung Tambora NTB, 23 Rumah Warga di Bima Terdampak
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.