Krisis Kemanusiaan di Sudan Memburuk, 34 Juta Warga Butuh Bantuan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Lebih dari 1.000 hari konflik bersenjata di Sudan memicu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Jutaan warga terancam kelaparan, mengungsi, dan kehilangan akses layanan dasar, terutama perempuan dan anak-anak. 

Pertempuran tanpa henti di Sudan hampir melumpuhkan layanan penting dan menuju pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara luas. Hampir 34 juta warga membutuhkan batuan kemanusiaan, termasuk lebih dari tujuh juta perempuan dan anak perempuan berusia reproduksi. 

Wilayah Kordofan menjadi pusat kekerasan terbaru. Warga terjebak dengan pasokan makanan menipis dan layanan kesehatan yang nyaris tidak tersedia. 
  Baca juga: Turki Kecam Serangan RSF di Sudan yang Tewaskan Puluhan Pengungsi

Sejak akhir Oktober 2025, terdapat lebih dari 88.000 orang pengungsi dari wilayah ini. Sebagian pengungsi kini berlindung di kamp pengungsian dengan kondisi darurat dan dukungan terbatas. Banyak dari mereka tiba tanpa membawa harta benda setelah melintasi zona konflik.

Pihak UNFPA mengerahkan klinik keliling di Gedaref untuk menyediakan layanan kesehatan serta bantuan bagi penyintas kekerasan. Lembaga PBB ini mendesak akses kemanusiaan tanpa hambatan dan perlindungan bagi warga sipil, serta tenaga kesehatan di tengah krisis yang terus memburuk.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasar Game Indonesia Tembus Rp42 T, Presiden Xsolla: Perlu Infrastruktur dan Kepastian Regulasi
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Beberkan Penyebab Utama Keberhasilan Mencapai Swasembada Beras
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Mentalitas Juara City Bikin Liverpool Terpukul
• 2 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Catatan Rekor Bank Mandiri dalam 10 Tahun: Aset Hingga Laba
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lestarikan kerajinan caping kalo khas Kudus lewat kreasi tari
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.