Pembukaan Jutaan Dokumen Epstein Jadi Pedang Bermata Dua bagi Trump

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Agastya Wardhana, dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga menyebut pembukaan jutaan dokumen Jeffrey Epstein pelaku kejahatan seksual, jadi pedang bermata dua bagi Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS).

Di mana Department of Justice (DOJ) membagikan tiga juta halaman dokumen terkait Epstein, beserta 180.000 gambar dan 2.000 video pada 30 Januari 2026.

“File ini dua pedang dua mata untuk Donald Trump. Jadi satu sisi mungkin bisa menaikkan kepercayaan publik, bahwa memang Donald Trump memenuhi janjinya. Tapi di sisi lain, karena nama dia muncul kemudian orang akan mengaitkan dia dengan kasus ini,” ungkap Agastya di program Wawasan Radio Suara Surabaya, Senin (9/2/2026).

Agastya mengatakan Partai Republik tengah berusaha meningkatkan elektabilitas Trump dan partainya, imbas terseretnya nama Presiden AS tersebut di dokumen Epstein. Ini jadi penting, lantaran Amerika Serikat akan menggelar pemilu Sela pada November mendatang.

“Pandangan dari rakyat Amerika sendiri terhadap Donald Trump, terhadap presidennya. Kalau enggak salah polling terakhir itu kepercayaannya cukup rendah, karena tadi ya ada isu ekonomi dan termasuk namanya dia masuk di Epstein,” ungkapnya.

Meski tengah mengalami krisis kepercayaan, Agastya mengatakan Trump memiliki caranya sendiri untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Dia sudah mencoba menjauhkan diri dari Epstein sejak 2016-2018, tapi record ke belakangnya kan masih ada. Jadi tinggal bagaimana dia mengelola itu,” pungkasnya.

 

Dukungan MAGA Terhadap Trump Pecah Karena Epstein!

Gerakan politik Make America Great Again (MAGA) yang menjadi ciri khas kampanya Donald Trump pecah. Imbas nama Trump terseret di dokumen Epstein.

“Jadi kasus Epstein ini membelah MAGA. Karena ada orang-orang yang loh katanya kamu jujur, katanya kamu penyelamat Amerika Serikat, mau bikin making Amerika Great again? Ini child trafficking, prostitusi gitu ya. Banyak orang yang memandang, termasuk orang-orang MAGA sendiri gitu ya, memandang bahwa kalau Donald Trump dekat dengan kasus ini, ya sudah berarti he is not good gitu,” pungkasnya.

Terkait hubungan Trump dan Epstein, Presiden AS itu disebut ratusan kali dalam berkas. Trump dikenal pernah berteman dengan Epstein, tetapi hubungan mereka diklaim memburuk bertahun-tahun yang lalu. Trump juga membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein.

Tahun lalu, FBI menyusun tuduhan yang dilayangkan kepada Trump. Katanya ada banyak tuduhan tanpa dukungan bukti. Trump juga secara konsisten membantah, melakukan kesalahan apa pun terkait kasus kejahatan seksual Epstein.

Terkait dokumen tersebut, Departemen Kehakiman AS pernah menyampaikan klarifikasi.

“Beberapa dokumen tersebut berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan tahun 2020. Agar jelas, klaim-klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit pun kredibilitas, tentu saja sudah akan digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump,” ungkap lembaga tersebut. (lea/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BSN Buka Rekrutmen Nasional, Ini Jadwal dan Wilayah Penempatan CS-Teller
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Menyemut! Ribuan Pendukung Hadiri Pemakaman Putra Sang Kolonel Libya
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prospek Harga Emas Dunia Sepekan: Peluang Uji USD5.000 Menguat
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Polres Pamekasan terjunkan tim medis ke korban tanah longsor
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Jakbar dan Jaksel, Warga Diimbau Waspada Banjir
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.