Bisnis.com, DENPASAR — Ekonomi Bali pada 2025 tumbuh secara kumulatif sebesar 5,82%, meningkat sebesar 0,34% dibanding tahun 2024 yang sebesar 5,48%.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali peringkat ke-5 tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82% juga merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Koster menjelaskan pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan pendapatan per kapita masyarakat Bali yang meningkat.
"Pada 2025 pendapatan per kapita mencapai Rp72,66 juta, meningkat sebesar Rp5,34 juta dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp67,32 juta," jelas Koster, Senin (9/2/2026).
Koster juga menjelaskan tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat Bali yang diukur dengan Indeks Gini Rasio 2025 sebesar 0,333, menurun dibanding 2024 sebesar 0,348, yang artinya pendapatan masyarakat di Bali semakin merata dan semakin baik.
Tingkat kemiskinan di Bali tahun 2025 adalah sebesar 3,42%, menurun sebesar 0,38%, dibanding tahun 2024 yang sebesar 3,80%. Tingkat kemiskinan di Bali terendah secara nasional.
"Tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 adalah sebesar 1,45%, menurun sebesar 0,34%, dibanding tahun 2024 sebesar 1,79%. Tingkat pengangguran di Bali terendah secara nasional," ujar Koster.
Baca Juga
- Bali Siap Jadi Hub Pariwisata untuk NTB dan NTT
- Inflasi Bali Januari 2026 Capai 2,58%, Ini Penyebabnya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 adalah sebesar 79,37, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 78,63. Pencapaian angka IPM Bali merupakan peringkat ke 5 tertinggi secara nasional. Kemudian Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali tahun 2025 adalah sebesar 75,46 tahun, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 75,10 tahun.
Koster mengklaim pencapaian kinerja ini juga menunjukkan bahwa pembangunan Bali pada tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan program sebagaimana yang direncanakan meliputi 6 bidang prioritas. Bidang pertama adalah adat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.
Bidang kedua yakni kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Bidang ketiga yakni Transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali. Bidang keempat infrastruktur darat, laut, dan udara serta transportasi. Bidang kelima lingkungan, kehutanan, dan energi dan Bidang keenam Bali pulau digital dan keamanan Bali.




