Gudang Pestisida di Tangsel Terbakar, Pemadaman Tersendat Bahan Kimia Berbahaya

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Sebuah gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, terbakar pada Senin (9/2/2026) dini hari.

Meski api telah dapat dikendalikan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan karena kondisi bahan yang terbakar berpotensi menimbulkan bahaya.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 04.30 WIB.

Baca juga: Ruko Tekstil Cipadu Tangsel Terbakar, Api Baru Padam Setelah 4 Jam

“Kebakaran terjadi jam 4.30 WIB dan pasukan kami langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Omay saat dikonfirmasi, Senin.

Dalam proses pemadaman, sebanyak 14 unit mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan, termasuk dua unit dari wilayah BSD serta dua unit tangki penyuplai air.

“Unit kita ada 14 unit, dari BSD dua unit dan ditambah tangki penyuplai dua unit,” kata dia.

Omay menjelaskan, objek yang terbakar adalah satu gudang kimia yang digunakan sebagai tempat penyimpanan pestisida. Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi sulit.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Yang kebakaran itu gudang pestisida. Untuk penyebabnya sampai sekarang belum diketahui dan masih dalam penyidikan,” ucap Omay.

Danton Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel, Sahroni, menambahkan, pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material yang terbakar merupakan bahan kimia berbahaya.

“Bahan yang terbakar itu pestisida, bahan kimia. Asapnya tebal dan beracun, sehingga petugas tidak bisa langsung mendekat,” kata Sahroni.

Baca juga: 4 Rumah dan 3 Lapak di Cengkareng Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Selain itu, sebagian pestisida dikemas dalam kaleng yang berpotensi menimbulkan letupan saat terpapar panas tinggi. Pemadaman pun harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan,” jelas dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sahroni menambahkan, saat ini api sudah dapat dikendalikan, namun pendinginan masih dilakukan terutama di bagian belakang gudang yang berisi tumpukan pestisida di atas palet.

“Apinya sudah kami kendalikan. Sekarang masih pendinginan, terutama di bagian belakang bangunan,” ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta PBI JKN
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Sukses Gelar Piala Asia Futsal 2026, FFI Berharap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2028
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Peserta BPJS 11 juta dinonaktifkan Purbaya: Saya rugi, Uang Keluar Image Jelek
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPR Putuskan Semua Layanan BPJS PBI Dibayar Pemerintah Selama 3 Bulan ke Depan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Saat Gibran Menjawab PAN yang Mulai Pasang-pasangkan Jagoan 2029
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.