TANGERANG, KOMPAS - Yayasan Multimedia Nusantara mulai membangun tiga gedung baru Multimedia Nusantara School di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembangunan gedung untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas ini untuk menciptakan ekosistem pendidikan berkelanjutan.
Tiga gedung SMP dan SMA Multimedia Nusantara School (MNS) itu akan berdiri di samping Sekolah Dasar (SD) MNS di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor Kavling 1, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembangunan sekolah itu diperkirakan memakan waktu selama 10 bulan ke depan dan mulai beroperasional pada tahun ajaran baru 2027/2028.
Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia Lilik Oetama mengatakan pembangunan tiga gedung baru ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang yayasan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SMP dan SMA nantinya akan melengkapi SD MNS, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), dan Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) yang sudah berdiri dahulu.
"Ini bukan sekadar proyek konstruksi fisik, tiap tiang pancang yang ditanam hari ini adalah simbol komitmen jangka panjang kami untuk terus berinvestasi pada pendidikan dan masa depan bangsa," kata Lilik saat groundbreaking atau pemasangan tiang pancang tiga gedung baru MNS, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (9/2/2026).
Lilik menegaskan, keunggulan MNS juga diperkuat oleh ekosistem Kompas Gramedia sebagai mitra strategis pendidikan. Ini penting karena pendidikan hari ini tidak cukup jika hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui ekosistem Kompas Gramedia, MNS berpeluang untuk menghadirkan pembelajaran berbasis industri.
Kurikulum Merdeka dan kurikulum internasional dari Pearson Edexcel diintegrasikan, siswa lulusan MNS akan memiliki dua ijazah (nasional dan internasional).
Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Kompas Gramedia Group, lanjut Lilik, akan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar langsung dari dunia nyata, memahami tantangan industri secara praktis, dan membangun wawasan profesional sejak dini.
"Kami ingin menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan dunia kerja, sehingga siswa tidak hanya lulus dengan nilai tinggi, tetapi juga memiliki portofolio pengalaman dan jejaring (networking) yang kuat," ujar Lilik.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Teddy Surianto menjelaskan, pembangunan Gedung B, C, dan D MNS ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, tetapi bagian dari komitmen untuk menyiapkan ekosistem pendidikan yang utuh, mulai dari kurikulum, sistem pembelajaran, hingga budaya sekolah yang menekankan teknologi dan karakter.
Pembangunan gedung dirancang ramah lingkungan dan hemat energi, dengan pemanfaatan pencahayaan alami dan sirkulasi udara optimal untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Fasilitasnya akan mendukung pengembangan siswa. Berbagai fasilitas itu meliputi antara lain area olahraga berstandar internasional, laboratorium modern, ruang pembelajaran berbasis teknologi, hingga area pendukung seperti perpustakaan, student lounge (ruang siswa), multipurpose hall (aula serbaguna), dan ruang konseling.
Khusus untuk jenjang SMA, yayasan akan membangun fasilitas yang diselaraskan dengan kebutuhan pengembangan diri remaja. Hal itu bertujuan agar mereka memiliki ruang eksplorasi luas, mampu mengasah keterampilan kepemimpinan (leadership), serta siap beradaptasi dengan standar akademik internasional.
Dengan begitu, setiap siswa MNS belajar di lingkungan yang relevan dengan tantangan masa depan. "Sehingga lulusan MNS tumbuh menjadi pribadi yang inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan siap menjadi pionir di berbagai bidang industri di masa depan," ucap Teddy.
SMP dan SMA MNS nantinya akan menggunakan pendekatan pendidikan yang terintegrasi antara Kurikulum Merdeka dan kurikulum internasional dari Pearson Edexcel. Melalui integrasi ini, siswa akan lulus dengan memiliki dua ijazah (nasional dan internasional).
Siswa juga dipandu melalui program pemetaan talenta agar akurat dalam menentukan jalur pendidikan, serta dipersiapkan menghadapi ujian standar global. Pembelajaran diperkuat dengan pengembangan karakter, kesiapan menuju universitas top dunia, serta pemanfaatan teknologi melalui smart classroom (ruang kelas cerdas) yang interaktif.
Selain menyiapkan lulusan berdaya saing global, MNS juga memberikan manfaat nyata bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di dalam negeri melalui sinergi YMN. Sebagai institusi yang berada dalam naungan yayasan yang sama dengan UMN dan MNP, MNS memiliki jalur kemitraan strategis yang eksklusif.
Melalui skema pathway dan penyelarasan kurikulum, siswa MNS berkesempatan melanjutkan studi ke UMN maupun MNP dengan proses transisi lebih terarah, termasuk peluang masa studi lebih singkat. Hal ini memastikan keberlanjutan pendidikan siswa tetap terjaga dalam satu ekosistem pendidikan berkualitas tinggi.
"Dengan dimulainya pembangunan tiga gedung baru ini, MNS semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang mengintegrasikan akademik, teknologi, karakter, serta jalur pendidikan berkelanjutan hingga perguruan tinggi," ungkap Teddy.
Salah satu orangtua murid MNS, Stephanie Wongso bercerita, sebagai orangtua angkatan pertama, ia merasa MNS telah menjalankan visinya secara konsisten. Dia menilai, pengalaman belajar anaknya sangat efisien karena pemanfaatan teknologi yang cerdas.
"Ini adalah langkah nyata yang selaras dengan era digital agar anak-anak tidak tertinggal," kata Stephanie.
Selain itu Stephanie merasa amat senang dengan metode project based assessment yang diterapkan karena terbukti membantu mengembangkan kreativitas dan melatih kepercayaan diri anak sejak usia dini. " Dimulainya pembangunan gedung baru ini membuktikan komitmen MNS menyediakan lingkungan belajar nyaman, lengkap, dan terbaik," ucapnya.
Acara pemasangan tiang pancang gedung SMP dan SMA MNS ini dibuka dengan penampilan istimewa dari siswa SD MNS melalui penampilan tari dan paduan suara sebagai cerminan dari semangat, kreativitas, serta pengembangan bakat siswa sejak usia dini.
Adapun prosesi utama pencanangan pembangunan gedung dilakukan melalui prosesi tiang pancang dengan menekan tombol sirine, sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik gedung.



