Rahasia Hidup Hanya Enam Kata

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Tiga puluh tahun lalu, seorang pemuda meninggalkan kampung halamannya untuk membangun masa depan sendiri. Perhentian pertamanya adalah menemui tetua klannya, untuk meminta nasihat hidup.

Saat itu, sang tetua sedang berlatih menulis kaligrafi. Mendengar bahwa ada seorang generasi muda yang akan memulai perjalanan hidupnya, dia menuliskan dua kata: “Jangan Takut.”

Lalu dia mengangkat kepala, menatap pemuda itu, dan berkata: “Anakku, rahasia hidup sebenarnya hanya enam kata. Hari ini aku beritahu tiga kata saja. Ini cukup untuk kamu pegang sepanjang setengah hidupmu.”

Tiga puluh tahun kemudian, pemuda itu telah menjadi pria paruh baya. Dia telah meraih beberapa keberhasilan, tetapi juga mengumpulkan banyak kepedihan hidup.

Dalam perjalanan pulang yang panjang ke kampung halaman, dia kembali mengunjungi rumah sang tetua.

Namun setibanya di sana, dia baru tahu bahwa tetua itu telah wafat beberapa tahun sebelumnya. 

Keluarganya lalu menyerahkan sebuah amplop tertutup sambil berkata: “Ini ditinggalkan khusus untukmu. Beliau berpesan, suatu hari kamu pasti akan kembali.”

Barulah saat itu sang perantau teringat— tiga puluh tahun lalu, dia baru menerima setengah dari rahasia hidup.

Dia membuka amplop itu.

Di dalamnya tertulis dua kata : “Jangan Menyesal.”

Rahasia Hidup

Sebelum paruh baya: Jangan Takut.
Setelah paruh baya: Jangan Menyesal.

Enam Nasihat untuk Sahabat yang Memasuki Masa Pensiun

1. Keluar dari Pasar Saham

Uang tak akan pernah habis dicari. Berikan kesempatan kepada generasi muda.

(Pengecualian bagi yang main saham tanpa naik tensi dan tanpa cemas.)

2. Nikmati Hidup Tepat Waktu

Selama tenaga masih ada, tempat yang ingin dikunjungi—pergilah sekarang.

Jangan menunggu sampai tak sanggup berjalan lalu menyesal. Sering-seringlah berkumpul dengan teman lama, sahabat lama, rekan lama.

Yang penting bukan makanannya, yang menakutkan adalah waktu yang semakin sedikit.

Uang di bank belum tentu milik kita selamanya. Gunakan saat perlu, dan perlakukan diri dengan baik di usia senja.

3. Ingin Makan Apa, Makanlah — Bahagia Itu Utama

Makanan yang kita suka terbagi dua:

Makanan yang tidak disukai pun sesekali cicipi sedikit—  demi keseimbangan nutrisi.

4. Hadapi Sakit dan Kematian dengan Lapang

Kaya atau miskin, berkuasa atau tidak, semua pasti melewati lahir, tua, sakit, dan mati.

Saat sakit, tidak perlu takut. Urusan dunia ditata rapi, kapan pergi pun tak menyesal.

Serahkan tubuh pada dokter, hidup pada Tuhan, dan perasaan pada diri sendiri.

5. Anak dan Cucu Punya Rezekinya Sendiri

Urusan anak-cucu:

Prinsipnya:

Anak dan cucu mandiri, itulah keberkahan hidupmu.

6. Rawat Empat “Yang Tua”

Hikmah Cerita

Modal terbesar anak muda adalah usia dan keberanian. Apa pun rintangannya, selama masih muda, kegagalan masih bisa diperbaiki—dan justru menjadi fondasi masa depan.

Bagi saya pribadi, hidup adalah: merasa cukup, hidup tenang, berjuang untuk pilihan sendiri, dan bertanggung jawab atas keputusan sendiri.

Jangan Takut – Jangan Menyesal. Mari saling menguatkan.(jn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pisah Jalan dengan PSIM dan Menuju Garudayaksa FC, Erwan Hendarwanto: Sekarang Garuda di Dada!
• 19 jam lalubola.com
thumb
Dominasi Langit: Menakar TNI AU-1 di Tengah Tradisi dan Relasi
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Tembus 79,9, Kinerja Kejagung Jadi Faktor Penentu
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Melawan China U-17
• 20 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.