EtIndonesia. Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat baru-baru ini menyatakan bahwa di bawah ancaman Partai Komunis Tiongkok (PKT), kegagalan Taiwan meloloskan anggaran khusus pertahanan sangat “mengecewakan”. Komite tersebut menyerukan agar seluruh partai politik di Taiwan dapat bekerja sama menjaga keamanan Taiwan dan menyediakan pendanaan yang memadai bagi pertahanan negara.
Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Jim Risch, bersama senator senior dari Partai Demokrat Jeanne Shaheen, mengeluarkan pernyataan lintas partai mengenai belanja pertahanan Taiwan. Mereka menyatakan kekecewaan mendalam karena anggaran khusus pertahanan yang diajukan Presiden Lai hingga kini belum disetujui oleh Yuan Legislatif. Mereka mendesak semua partai di Taiwan untuk melampaui perbedaan politik demi menyediakan dana yang cukup bagi pertahanan diri Taiwan.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa latihan militer PKT pada bulan Desember yang secara terang-terangan mensimulasikan blokade terhadap Taiwan telah mengingatkan dunia akan ambisi Beijing terhadap Taiwan serta ancamannya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Mereka menegaskan, “Daripada berpose untuk foto dengan Partai Komunis Tiongkok, para pemimpin partai politik Taiwan seharusnya memusatkan perhatian pada persetujuan pendanaan penting bagi pertahanan dan ketahanan sosial.”
Mereka juga “mendesak para pemimpin partai Taiwan agar secepat mungkin menyetujui investasi penting bagi keamanan Taiwan dan kemitraan Taiwan–AS.”
Sementara itu, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS Roger Wicker pekan ini menulis di media sosial bahwa ia merasa kecewa dengan partai oposisi Taiwan yang menghalangi anggaran pertahanan Presiden Lai, terutama di tengah meningkatnya ancaman dari PKT.
Senator Partai Republik Dan Sullivan, yang lama mendukung Taiwan, juga mengkritik partai oposisi Taiwan karena di satu sisi menghambat anggaran pertahanan, namun di sisi lain memperluas pertukaran dengan PKT. Sullivan memperingatkan bahwa memotong anggaran pertahanan Taiwan demi mengalah kepada PKT sama saja dengan bermain api.
Selain itu, pada 6 Februari, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif “Strategi Transfer Persenjataan Amerika First” (America First Arms Transfer Strategy). Kebijakan ini akan mengakhiri prinsip lama “siapa cepat dia dapat”, dan memprioritaskan penjualan senjata kepada negara mitra yang secara aktif berinvestasi besar dalam pertahanan, memiliki posisi geografis penting bagi AS, serta berperan berpengaruh atau strategis. Pemerintah AS juga akan menyederhanakan prosedur dan meningkatkan efisiensi guna mengurangi penumpukan pesanan.
Diterjemahkan oleh Jiang Ziyang, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television.




