Jakarta: Pemukiman warga di Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali terendam banjir setinggi 30 sentimeter sejak Senin pagi, 9 Februari 2026. Selain menghambat aktivitas, banjir yang kerap melanda wilayah tersebut mulai memicu berbagai penyakit, mulai dari demam hingga infeksi kulit yang menyerang anak-anak.
"Ya inginnya memang kagak banjir-banjir. Tapi bagaimana emang udah dari sana banjir, pada demam lah, panas, dingin, meriang. Anak-anak batuk, pilek penyakitnya itu. Biasanya kalau banjir ya dokternya pasti datang," kata Husna, salah satu warga RT 06 RW 03 Pegangsaan Dua, di lokasi, Senin, 9 Februari 2026.
Baca Juga :
Ucapkan Sumpah Jabatan, Thomas Djiwandono Resmi Jabat Deputi Gubernur BIHusna menambahkan bahwa kondisi kesehatan warga kian memprihatinkan karena air banjir membawa tumpukan sampah yang mengapung hingga ke depan teras rumah. Ia mengkhawatirkan air yang tercemar limbah rumah tangga tersebut menjadi sumber utama penyakit gatal-gatal yang dialami keluarganya.
"Dari mana aja. Dari sampah masyarakat, khawatir, bikin gatal-gatal tuh," lanjut Husna.
Di sisi lain, petugas Unit Pelaksana Swadaya (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus berjibaku membersihkan aliran Kali Cakung Lama dari tumpukan sampah yang terbawa arus banjir. Petugas PJLP Badan Air, Mita Ismawati, mengungkapkan bahwa dalam sehari pihaknya bisa mengangkut sekitar empat kubik sampah dari aliran kali tersebut.
Pemukiman warga di Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali terendam banjir. Foto: Metro TV/Yurike Budiman.
"Penanganannya pakai perahu, kita serok, masukin ke perahu. Dari perahu kita pindahkan ke palka, penampungan sementara. Nanti kalau penampungan sudah penuh langsung diangkut sama mobil. Kita kan tiap hari kita serok nih ya. Kadang-kadang kesadarannya masih kurang sih masyarakatnya," ujar Mita.
Mita menyayangkan masih ditemukannya sampah berukuran besar seperti sofa dan kasur yang dibuang ke aliran air. Hal ini memperparah penyumbatan dan memperlambat surutnya banjir di pemukiman warga.
"Ya ada yang terbawa arus. Kadang-kadang kita sudah bersih ya tetapi dari sana menggunung lagi itu sampah. Tolong lah kalau buang sampah pada tempatnya kan sudah disediakan tempat sampah masing-masing. Misalkan kalau musim banjir gini, kadang-kadang ada sofa, ada kasur. Maksudnya kalau barang-barang berat begitu lebih baik minta tolong buang sampah di tempat-tempat khusus," ujar Mita.



