Inflasi Januari 2026 Terkendali, Mendagri Ingatkan Daerah Waspadai Harga Pangan dan Perkuat Logistik

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi Januari 2026 masih terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Angka ini memang melampaui target inflasi nasional 2,5 persen dengan batas atas 3,5 persen, namun Mendagri menegaskan bahwa capaian tersebut harus dilihat dari berbagai aspek.

“Tidak perlu khawatir, karena tidak menggambarkan kenaikan harga barang jasa sebenarnya,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Program Tiga Juta Rumah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (9/2/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Mendagri: Prabowo Tak Tinggal Diam, Rumah Warga Korban Bencana akan Direnovasi

Mendagri memaparkan, penyumbang terbesar inflasi year on year Januari 2026 berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,72 persen. Dari angka tersebut, tarif listrik menyumbang paling besar yakni 1,49 persen.

“Karena harga listrik di bulan Januari (2026) normal tanpa subsidi, dibandingkan dengan harga listrik pada saat bulan Januari tahun 2025 itu 50 persen disubsidi pemerintah, sehingga seolah-olah terjadi kenaikan listrik, padahal tidak,” jelasnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Program Tiga Juta Rumah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (9/2/2026).

Untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan, Mendagri mengatakan perlu juga melihat inflasi dari sisi month to month. Berdasarkan data BPS, inflasi Januari 2026 secara month to month justru mengalami deflasi sebesar 0,15 persen dibandingkan Desember 2025. Dari angka tersebut, sektor makanan, minuman, dan tembakau menyumbang paling besar yakni minus 0,30 persen.

“Berita bagus, artinya apa? Barang dan jasa terkendali dari tadinya naik didorong oleh Natal dan Tahun Baru itu turun di Januari menjadi minus 0,15 persen,” kata Mendagri.

Meski inflasi nasional relatif terkendali, Mendagri mengingatkan sejumlah daerah yang inflasinya terbilang tinggi agar melakukan langkah pengendalian. Mendagri juga meminta Pemda untuk mewaspadai pergerakan harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, serta beras di beberapa wilayah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gedung Apartemen Runtuh, Tewaskan Setidaknya 9 Orang di Lebanon
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Fakta Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora Jakbar, setelah Diselidiki Ternyata Biawak
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jam kerja ideal menurut sains: Mengapa mulai pukul 10.00 lebih produktif?
• 3 jam lalubrilio.net
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia Hari Ini (9/2)
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Hampir Separuh Laut Dunia Kini Tercemar Sampah: Apa yang Bisa Dilakukan?
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.