GenPI.co - Sebuah studi menunjukkan bahwa remaja yang tidak pernah menggunakan media sosial berisiko mengalami masalah kesehatan mental.
Dilansir Australian Associated Press, Minggu (8/2), penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) Pediatrics ini menganalisis data selama tiga tahun.
Penelitian melibatkan 100.000 anak Australia berusia 4-12 tahun.
Fokus penelitian diarahkan pada pola aktivitas setelah sekolah dan kaitannya dengan kesehatan mental anak serta remaja.
Hasil penelitian menemukan bahwa remaja yang menggunakan media sosial secara wajar cenderung memiliki profil kesehatan mental yang paling menguntungkan.
Baik remaja yang tidak menggunakan media sosial sama sekali maupun mereka yang menggunakannya secara berlebihan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental.
Laporan tersebut menyoroti adanya hubungan nonlinier berbentuk huruf U antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental.
Artinya, penggunaan yang terlalu sedikit atau berlebihan sama-sama berkaitan dengan dampak negatif, sementara penggunaan wajar justru paling menguntungkan.
Studi ini juga memberikan bukti kuat bahwa penggunaan media sosial yang sangat tinggi secara konsisten dikaitkan dengan tingkat kesehatan mental yang lebih rendah.
Pada anak perempuan usia lebih muda, khususnya kelas empat hingga enam, tingkat kesehatan mental tertinggi ditemukan pada mereka yang tidak menggunakan media sosial sama sekali.
Namun, memasuki masa remaja pertengahan dan seterusnya, penggunaan media sosial secara wajar menjadi pilihan terbaik.
Sementara itu, pada anak laki-laki, tidak menggunakan media sosial makin dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang lebih buruk seiring bertambahnya usia, terutama sejak pertengahan masa remaja.
Temuan ini menunjukkan bahwa dampak media sosial sangat bergantung pada usia dan jenis kelamin. (*)
Video viral hari ini:



