Danantara Bangun Peternakan Ayam, Asosiasi Minta Mitigasi Kelebihan Pasokan

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Asosiasi Gabungan Organisasi Peternak Ayam Indonesia (GOPAN) meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kelebihan pasokan ayam, menyusul rencana investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di sektor peternakan unggas.

Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi, menilai masuknya Danantara ke rantai industri hulu–hilir, mulai dari pabrik pakan, pembiakan alias breeding, produksi anak ayam atau day old chicken (DOC), hingga obat-obatan ternak, dapat menjadi peluang untuk memperkuat posisi peternak rakyat. Selama ini, ekosistem tersebut masih didominasi oleh pelaku usaha besar.

“Harapan kami, program ini bisa memperkuat posisi peternak rakyat yang selama ini hanya bergantung pada budidaya ayam broiler. Dengan adanya ekosistem baru, ada peternak kecil, BUMN, dan rumah potong ayam, diharapkan tercipta skema closed loop yang lebih adil,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Senin (9/2). 

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah mewaspadai risiko pasokan berlebih. Pengalaman satu dekade terakhir menunjukkan bahwa oversupply kerap menekan harga di tingkat peternak.

“Baru pertengahan 2025 kondisi supply dan demand mulai berimbang sehingga harga lebih layak bagi peternak. Kalau ada penambahan kapasitas besar, ini harus benar-benar dihitung,” katanya.

Panen Skala Besar akan Terjadi pada 2028

GOPAN menilai rencana peningkatan kapasitas indukan asal alias grand parent stock (GPS) dari 500 ribu menjadi 800 ribu dalam dua tahun ke depan berpotensi meningkatkan produksi secara signifikan. Jika proyek badan usaha milik negara (BUMN) mulai berjalan sekarang, panen skala besar diperkirakan terjadi pada 2028.

“Salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah mengoptimalkan rumah potong ayam untuk menjadi cadangan pangan pemerintah,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan asosiasi, stok ayam karkas pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 570 ribu ton. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menyerap hingga 1,1 juta ton. Jika realisasi permintaan tidak sesuai target, total pasokan bisa menembus 1,6 juta ton dan memicu tekanan harga.

“Perlu dipikirkan apakah kelebihan itu bisa menjadi cadangan pangan pemerintah atau diserap lewat mekanisme lain,” kata Sugeng.

Dari sisi pasar, permintaan ayam domestik biasanya meningkat sekitar 20% menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun tren tersebut bersifat musiman dan kembali menurun setelah periode hari besar.

Sebelumnya, Danantara resmi melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Jumat (6/2), termasuk pengembangan industri ayam terintegrasi. Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut total investasi proyek mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 118 triliun. 

Untuk sektor unggas, Danantara akan membangun 30 pabrik ayam di enam provinsi, yakni Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Nilai investasi sektor ini mencapai Rp 20 triliun 

Proyek ini ditargetkan menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur.

“Hilirisasi ini bertujuan memenuhi ketahanan pangan nasional dan mendukung kebutuhan MBG. Kami berharap dapat meningkatkan pendapatan peternakan hingga Rp 81,5 triliun per tahun,” kata Rosan.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kinerja Logistik Batubara Menguat, RMKO Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi pada 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Menko Muhaimin: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma dan AI
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jeff Bezos PHK 300 Karyawan Washington Post
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Halo Semarang, BCA Expoversary 2026 Sajikan Beragam Promo Kendaraan hingga Rumah
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KSAD Siapkan Hingga Satu Brigade Personel TNI AD untuk Misi Perdamaian di Gaza
• 4 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.