Timnas Futsal Indonesia mengukir sejarah luar biasa dengan menjadi runner up Piala Asia Futsal 2026. Namun sampai saat ini, belum ada keputusan soal bonus.
Ketum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, mengakui butuh bantuan banyak pihak terkait bonus. Apalagi, para pemain telah mempertanyakan soal itu.
"Ya, jadi kalau bicara soal bonus, ya saya juga bicara apa adanya. Saya juga ya harus jujur, saya mungkin kapasitasnya terbatas. Jadi, saya tentu berharap bahwa ada perhatian juga dari pemerintah layaknya seperti SEA Games kemarin," terang Michael kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2).
"Menurut saya prestasi kita di AFC ini tidak kalah hebat dari emas SEA Games. Tentu ini juga menjadi pertanyaan dari para pemain ya, ada juga yang sudah sampaikan ke saya bahwa mereka berharap ada apresiasi, begitu. Tapi kalau bicara saya, saya juga jujur saja sebagai Ketua Umum kapasitas saya terbatas gitu," tambahnya.
Michael juga berharap manajemen FFI ke depannya akan lebih baik lagi. Ia pun menginginkan ke depannya semua cabor termasuk futsal bisa mendapat perhatian yang setara besarnya.
"Dan harapan saya ke depan ini federasi memang dikelola secara profesional. Bukan hanya orang-orang yang mungkin punya modal besar jadi Ketua Umum gitu. Tapi kalau saya, ya keterbatasan saya, saya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung. Tapi saya berharap dari swasta, dari sponsor-sponsor, dan tentunya perhatian dari pemerintah," jelasnya.
"Karena kita semua di sini mengakui kemarin itu sudah sangat luar biasa. Dan kita juga harus bisa terus memberikan apresiasi dan motivasi agar teman-teman Timnas Futsal, dan menurut saya semua cabang olahraga, bukannya bukan cuma futsal, juga mendapatkan apresiasi yang selayaknya. Jadi saya harap hal ini juga bisa sampai kepada para pemimpin yang punya kapasitas untuk bisa membantu memberikan apresiasi tersebut," tandasnya.



