Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai wacana Presiden Prabowo Subianto maju untuk dua periode masuk akal.
Hal ini disampaikannya seiring dengan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo yang mencapai angka 79,9% dalam survei Indikator Politik Indonesia.
“Kan enggak ada masalah sebelumnya, kalau dilihat dari approval rating hari ini kan, hampir 80 persen tingkat kepuasan. Jadi, apa yang dilakukan Pak Prabowo satu tahun lebih ini kan berarti juga mendapatkan apresiasi,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Menurut Wakil Ketua DPR itu, capaian tingkat kepuasan publik tersebut menunjukkan adanya apresiasi masyarakat terhadap kinerja Prabowo selama lebih dari satu tahun memimpin pemerintahan.
“Dengan approval rating, tingkat kepuasan tinggi dan tentu ya membahagiakan semua dengan approval rating yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan mempertimbangkan tingkat kepuasan publik yang tinggi tersebut, wacana Prabowo menjabat selama dua periode dinilai masuk akal.
“Makanya dengan pertimbangan-pertimbangan itu, wacana 2 periode itu kan ya masuk akal ya,” tutur Saan.
Sebelumnya, lembaga survei nasional Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait persepsi publik terhadap kinerja Presiden serta tingkat kepercayaan warga terhadap lembaga negara. Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia.
Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
“Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026, kisaran kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen, jadi sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden,” kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei daring, Minggu (8/2).
Secara rinci, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo adalah sebagai berikut: sangat puas 13,0 persen, cukup puas 66,9 persen, kurang puas 17,1 persen, tidak puas sama sekali 2,2 persen, serta tidak tahu atau tidak menjawab 0,8 persen.





