Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,71 persen pada Kuartal IV 2025 (year on year), melampaui pencapaian kuartal sebelumnya sebesar 4,96 persen. Data terbaru ini, menurut Bank Indonesia, menegaskan kembali posisi sentral Ibu Kota dalam peta perekonomian nasional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, dalam keterangan pers pada Senin (9/2/2026), menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini adalah bukti nyata ketahanan ekonomi Jakarta.
“Ini menunjukkan Jakarta tetap menjadi kunci perekonomian nasional,” tegas Iwan di hadapan para wartawan.
Pemulihan yang signifikan ini, menurut analisis BI, tidak lepas dari respons cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pascakrisis yang terjadi pada Agustus 2025 silam. Iwan secara khusus mengapresiasi langkah-langkah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam memimpin berbagai gerakan pemulihan ekonomi. Krisis yang dipicu aksi demonstrasi berkepanjangan saat itu sempat menekan laju pertumbuhan, namun mampu direspons dengan efektif.
Berbekal dari pengalaman menghadapi dan bangkit dari tekanan tersebut, BI DKI Jakarta menyimpan optimisme tinggi untuk tahun 2026. Iwan Setiawan menyatakan bahwa ekonomi Jakarta diproyeksikan terus melesat, bahkan di tengah ancaman perlambatan ekonomi global akibat berbagai gejolak internasional.
Keyakinan tersebut ditegaskannya dengan menyatakan, “Di 2026 kami dari Bank Indonesia tetap melihat secara positif. Dan kami punya view, keyakinan, bahwa kita dalam setahun ke depan akan bertumbuh dan melaju lebih tangguh.”.




