KLATEN, iNews.id – Bencana angin puting beliung menerjang lima desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026) siang. Terjangan angin kencang yang berlangsung sekitar lima menit itu mengakibatkan ratusan rumah rusak.
Kondisi terparah terlihat di Kecamatan Juwiring, di mana atap-atap rumah warga lepas dan beterbangan terbawa angin.
Video amatir warga merekam detik-detik mencekam saat langit berubah mendung gelap pekat yang diikuti hujan deras dan pusaran angin kencang. Berdasarkan data awal, wilayah terdampak paling parah mencakup lima desa di Kecamatan Juwiring, termasuk Desa Taji dan Desa Ketitang.
Warga setempat menuturkan bahwa angin bergerak memutar dari arah barat dengan kekuatan besar. Hal ini menyebabkan atap genteng rontok dan struktur teras berbahan galvalum terangkat hingga terbang dari posisinya.
"Hujan angin ini diawali mendung gelap sekali, lalu disusul angin kencang yang bergerak memutar. Atap rumah hingga bangunan sekolah ikut rusak," ujar Muh Yani, salah seorang warga terdampak.
Selain merusak bangunan, terjangan angin puting beliung juga mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang. Beberapa pohon dilaporkan ambruk melintang di tengah jalan, sehingga memutus akses transportasi antar-desa.
Camat Juwiring, Nindyarini mengatakan, saat ini pihak kecamatan bersama relawan tengah berupaya membersihkan material pohon yang menghalangi jalan agar mobilitas warga kembali normal.
"Kami masih fokus pada pembersihan pohon tumbang dan melakukan pendataan menyeluruh. Umumnya kerusakan rumah ada pada bagian atap," kata Nindyarini.
Hingga Senin sore, BPBD Kabupaten Klaten memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah dan tidak memungkinkan untuk ditempati malam ini, direncanakan akan mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
BPBD Klaten mengimbau agar masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kami menghimbau masyarakat lebih hati-hati mengingat cuaca saat ini sangat mudah berubah secara drastis," tulis pernyataan BPBD Klaten.
Original Article



