Militer Israel menewaskan empat orang, yang diklaim sebagai tersangka militan, yang keluar dari terowongan bawah tanah di area Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, pada Senin (9/2) waktu setempat. Tel Aviv mengklaim para militan itu menyerang pasukannya setelah keluar dari terowongan tersebut.
Militer Israel juga mnyebut bahwa tindakan para militan itu merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap gencatan senjata Gaza.
Meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) memasuki fase kedua bulan lalu, rentetan kekerasan terus berlanjut di Jalur Gaza, dengan Israel dan Hamas saling menuduh adanya pelanggaran.
"Beberapa saat yang lalu, empat teroris bersenjata keluar dari terowongan bawah tanah dan menembak ke arah tentara-tentara di area Rafah di Jalur Gaza bagian selatan... Setelah melakukan identifikasi, pasukan menewaskan para teroris itu," sebut militer Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (9/2/2026).
Ditambahkan bahwa tidak ada tentara Israel yang terluka dalam serangan itu, yang disebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata" antara Israel dan Hamas.
"Tentara Israel terus beroperasi di area tersebut untuk mencari dan menewaskan semua teroris di dalam jalur terowongan bawah tanah," kata militer Israel.
Gencatan senjata Gaza fase kedua mengatur demiliterisasi Jalur Gaza, termasuk perlucutan senjata Hamas, bersamaan dengan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari daerah kantong Palestina tersebut.
(nvc/ita)





