Bank DBS Salurkan Pembiayaan Hijau Rp 7,5 Triliun, 4 Proyek Ini Penopangnya

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan atau pembiayaan hijau tumbuh 14% menjadi Rp 7,5 triliun pada 2025. Ada empat strategis yang mendapatkan pembiayaan hijau Bank DBS Indonesia, antara lain proyek waste to energy di Palembang di mana DBS menjadi penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan senilai US$ 70 juta (Rp 1,17 triliun, kurs Rp 16.860/US$).

Menurut Bank DBS Indonesia, selama 2024-2025 perusahaan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai proyek strategis. Berikut ini empat proyek strategis yang mendapatkan pendanan DBS Indonesia:

1. Proyek waste to energy (WTE) Palembang
Bank DBS Indonesia bertindak sebagai penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan sebesar US$ 70 juta dari total fasilitas sindikasi US$ 100 juta (Rp 1,69 triliun). Proyek ini mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan dengan mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik berkapasitas 20 MW.

2. PT TBS Energi Utama Tbk (Electrum)

TBS Energi Utama mendapatkan pembiayaan Green Loan kolaboratif senilai US$ 15 juta (Rp 251,9 miliar), termasuk kontribusi dari Bank DBS Indonesia sebesar US$ 5 juta (Rp 83,97 miliar). Pendanaan ini untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan batery-swapping station nasional dan penyediaan 130 unit kendaraan listrik bagi layanan Grab.

3. Princeton Digital Group (PDG)

PDG mendapatkan pembiayaan Green Loan Rp 1,7 triliun untuk pengembangan kampus pusat data (data center) hyperscale JC2 di Cibitung berkapasitas 22 MW untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Fasilitas ini merupakan data center pertama di Indonesia dengan sertifikasi Green Mark Platinum.

4. PT Indo-Rama Synthetics Tbk

Perusahaan tekstil ini menerima fasilitas Sustainability-Linked Trade Finance senilai US$ 20 juta (Rp 335,9 miliar) yang terhubung dengan Sustainability Performance Targets. Skema ini mendorong peningkatan kinerja lingkungan perusahaan, termasuk efisiensi energi, pengelolaan air, dan penurunan emisi.

Penghargaan dari Global Finance Sustainable Finance Awards

Berkat penyaluran pembiayaan hijau itu, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance Sustainable Finance Awards 2026. Manajemen Bank DBS Indonesia menyatakan penghargaan ni menjadi pengakuan internasional pertama bagi perusahaan dalam kategori tersebut.

Penghargaan itu juga menegaskan peran Bank DBS Indonesia dalam mendukung proyek-proyek strategis yang berkontribusi langsung pada transisi energi, mobilitas berkelanjutan, dan infrastruktur hijau di Indonesia.

"Banyak korporasi saat ini masih berada dalam tahap menentukan arah perjalanan environment, social, and governance (ESG) mereka. Di tengah kompleksitas tersebut, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya dengan rekam jejak pembiayaan berkelanjutan yang diakui di tingkat internasional," kata Director of Intitutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin, dalam keterangan resmi, Senin (9/2).

Selain memberikan pembiayaan, Bank DBS Indonesia memberikan pendampingan berbasis insights dan pemahaman kebutuhan bisnis agar korporasi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, berdampak, dan berkelanjutan, baik bagi kelangsungan usaha maupun lingkungan.

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia telah menerima berbagai penghargaan internasional lainnya, seperti Euromoney Award untuk Best ESG Bank (2024), mengukuhkan perannya dalam mendanai ekonomi hijau dan mendukung target net zero. Bank DBS Indonesia juga meraih Finance Asia Best Bank for ESG (2025) atas inisiatif ESG yang holistik.

Sustainable Finance Awards 2026 diikuti oleh institusi keuangan dari 56 negara, wilayah, dan distrik. Penghargaan ini memberikan pengakuan kepada para pemimpin global, regional, dan lokal dalam pengembangan pembiayaan yang dirancang untuk memitigasi dampak perubahan iklim dan membangunmasa depan yang lebih berkelanjutan. Penilaian dilakukan berdasarkan kebijakan tata kelola, target keberlanjutan, serta capaian terukur dalam pembiayaan lingkungan dan social.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sonam Kapoor dan Cara Baru Menafsirkan Busana Kehamilan
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Carlos Pena Soroti Kinerja Wasit, Saat Persita Dibekuk Semen Padang
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Pep Guardiola Kirim Ancaman ke Arsenal: Perburuan Gelar Belum Selesai
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Sule Bongkar Kejanggalan Teddy Pardiyana Satroni Bank 2 Hari Sebelum Putri Delina, Isi Safety Box Lina Jubaedah Ludes?
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Cara Membuat Caricature of Me and My Job di ChatGPT yang Lagi Viral!
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.