Beijing: Tiongkok memperingatkan Jepang bahwa tindakan yang dinilai gegabah akan dibalas dengan “respons tegas."
Peringatan tersebut disampaikan sehari setelah partai LDP di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang dikenal bersikap kritis terhadap Tiongkok, menang pemilu lewat kemenangan telak.
Hubungan Beijing dan Tokyo kembali memanas sejak pernyataan Takaichi pada November lalu yang menyebut Jepang dapat melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan, wilayah yang mengatur dirinya sendiri. Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasainya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mendesak Jepang menarik pernyataan tersebut dan memperingatkan adanya konsekuensi atas langkah yang dianggap sembrono.
“Jika kekuatan sayap kanan di Jepang salah menilai situasi dan bertindak secara gegabah, mereka pasti akan menghadapi perlawanan dari rakyat Jepang dan respons tegas dari komunitas internasional,” kata Lin Jian dalam konferensi pers rutin, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 9 Februari 2026.
Lin Jian menambahkan bahwa Beijing kembali mendesak Tokyo untuk mencabut pernyataan Takaichi terkait Taiwan dan menunjukkan “ketulusan dasar” dalam menjaga fondasi politik hubungan Tiongkok–Jepang melalui langkah nyata.
Menyusul pernyataan Takaichi pada November, Tiongkok sebelumnya mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dengan alasan memburuknya keamanan publik serta dugaan meningkatnya tindakan kriminal terhadap warga negara Tiongkok.
Ketegangan kembali meningkat pada Desember ketika pesawat militer Tiongkok dilaporkan mengunci radar ke jet tempur Jepang, yang mendorong Tokyo memanggil duta besar Beijing untuk menyampaikan protes diplomatik.
Beijing juga dilaporkan menghentikan ekspor produk tanah jarang ke Jepang, material strategis yang digunakan dalam produksi berbagai barang, mulai dari kendaraan listrik hingga sistem persenjataan.
Selain itu, dua panda raksasa populer dikembalikan dari Tokyo ke Tiongkok bulan lalu, membuat Jepang untuk pertama kalinya dalam 50 tahun tidak lagi memiliki satwa ikonik tersebut.
Baca juga: Takaichi Janjikan Pemotongan Pajak usai Kemenangan LDP di Pemilu Jepang

