Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait sinergi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jakarta.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Jakarta mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ungkapnya.
Sinergi Strategis Pemprov DKI dan BGNPramono menyampaikan rasa syukurnya atas terwujudnya nota kesepakatan ini dan menyebut kolaborasi dengan BGN sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memastikan bahwa program MBG berjalan secara efektif dan tepat sasaran di seluruh wilayah ibu kota.
Dampak Positif Program MBG dan Pertumbuhan EkonomiGubernur Pramono juga menyatakan kepuasannya atas laporan Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana, yang menunjukkan perkembangan positif terkait pelaksanaan program MBG di Jakarta.
Ia menilai bahwa program ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa berbagai indikator ekonomi Jakarta menunjukkan tren yang terus membaik.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year tercatat sebesar 5,21 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata nasional, dan ini patut kita syukuri bersama. Yang paling membahagiakan bagi saya adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat," ia mengungkapkan.




