KBRI: Kondisi Raisha, WNI Korban Kecelakaan di Singapura Membaik

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kondisi Raisha Anindra Pascasiswi (31), WNI korban kecelakaan lalu lintas di Singapura, berangsur membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Perwakilan RI di Singapura, Thomas Ardian Siregar, usai menjenguk korban di Singapore General Hospital (SGH) Senin (9/2).

“Alhamdulillah, saat saya menjenguk di rumah sakit, Bu Raisha sudah sadar dan bisa berkomunikasi, meskipun kondisinya masih lemah,” ujar Thomas kepada kumparan.

Raisha saat ini masih menjalani perawatan di ruang High Dependency Unit (HDU). Berdasarkan informasi yang diterima KBRI dari suami korban, tim medis masih melakukan observasi lanjutan dan akan melakukan tindakan medis di bagian paru-paru.

“Dokter menyampaikan akan ada penanganan di bagian paru-paru, namun detailnya masih menunggu hasil observasi lebih lanjut,” kata Thomas.

Selama perawatan berlangsung, suami korban, Ashar Ardianto, tetap mendampingi Raisha di Singapura dan memilih menetap sementara untuk fokus pada pemulihan istrinya.

Tahu Kabar Duka di Hari Kedua

Thomas mengungkapkan, Raisha baru mengetahui kabar meninggalnya putrinya, Sheyna Lashira Smaradiani (6), sehari setelah kecelakaan terjadi, atas pertimbangan medis dari dokter.

“Suaminya sebenarnya ingin langsung memberi tahu, tapi dokter tidak mengizinkan karena khawatir kondisi Bu Raisha drop. Baru hari kedua setelah kejadian, setelah dokter menyatakan aman, kabar itu disampaikan,” ujar Thomas.

Penundaan tersebut dilakukan untuk mencegah risiko syok berat yang bisa membahayakan kondisi Raisha, mengingat saat kejadian ia juga sempat berada dalam kondisi kritis.

“Pertimbangannya murni medis. Dokter ingin memastikan kondisi fisik dan mental pasien cukup stabil sebelum menerima kabar duka itu,” tambahnya.

Sheyna meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut dan telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta pada Minggu (8/2). Saat menerima kabar itu, Raisha disebut sudah bisa berkomunikasi, meski secara emosional masih terpukul.

KBRI Fasilitasi Pendampingan Medis hingga Hukum

Thomas memastikan KBRI Singapura terus mendampingi keluarga korban, baik dalam proses perawatan medis, kebutuhan administrasi, hingga pendampingan hukum.

“Kami dari KBRI tidak akan melakukan pembiaran. Kami mendampingi dari sisi administrasi rumah sakit, tempat tinggal sementara suami korban, hingga memfasilitasi pendampingan hukum,” ujar Thomas.

KBRI juga telah menawarkan pengacara kepada keluarga korban untuk mengawal proses hukum di Singapura. Tawaran tersebut telah disetujui keluarga dan akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

“Yang terpenting saat ini, kami ingin memastikan keluarga korban tidak berjalan sendiri dan seluruh proses berjalan dengan baik,” kata Thomas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Setelah MSCI, FTSE Russell Ikut Tunda Review Indeks Saham Indonesia
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Bandar Lampung Digegerkan Penemuan Jasad Pria Terlilit Lakban di Kamar Kos
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eddie Howe tegaskan siap mundur bila tak lagi tepat tangani Newcastle
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Amankan 3 Orang di Jakarta Pusat, Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras PIlih Korban Random
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Muzani Teruskan Aspirasi Warga Aceh ke Presiden: Sakit Aceh Adalah Sakit Indonesia
• 33 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.