TEGAL, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih aktif hingga Senin (9/2/2026).
Muhari menyampaikan jumlah warga yang mesti mengungsi akibat tanah bergerak terus bertambah pada pekan ini. Menurut data BNPB per Minggu (8/2/2026), jumlah pengungsi akibat tanah bergerak mencapai 2.453 jiwa.
Dilansir dari Antara, BNPB mencatat warga yang mengungsi terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan. Pengungsi juga termasuk 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak, 40 balita, dan 65 batita.
Muhari menyebut petugas BNPB dan pemerintah daerah bersiaga di lokasi terdampak untuk penanganan darurat. Tim juga menyalurkan bantuan logistik dan makanan untuk para pengungsi.
Baca Juga: Pakar Kebencanaan Jelaskan Analisis Tanah Bergerak di Tegal: Masuk Zona Kerentanan Menengah-Tinggi
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Muhari menuturkan, penanganan difokuskan secara paralel pada pendataan warga terdampak, serta pencarian lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak langsung pergerakan tanah.
Adapun para pengungsi difokuskan di 8 titik tempat pengungsian, yakni Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.
Selain itu, Muhari mengatakan dinas terkait tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data warga terdampak untuk penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara.
BNPB juga memberikan pendampingan bagi tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen kelayakan lahan hunian sementara dan rencana relokasi warga.
Diberitakan KompasTV sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal dilaporkan berdampak paling parah di dua dusun, yakni Padareka dan Tigasari. Sebanyak 465 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, 250 unit di antaranya rusak berat.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- tanah bergerak
- tanah bergerak tegal
- fenomena tanah bergerak
- tegal
- bnpb





