Pertamina halau tongkang hanyut dan hindari insiden laut

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menghalau tongkang Karunia Samudera 1 yang terbawa arus dan melindungi Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang sedang berproduksi.

“Bekerja di laut mengajarkan kami untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi sekecil apapun,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Muzwir menyampaikan pada akhir Januari lalu, Tongkang Karunia Samudera 1 yang ditarik kapal Citeureup-1 mengalami mati mesin dan kehabisan bahan bakar.

Terbawa arus laut, tongkang tersebut bergerak memasuki zona terbatas, berjarak sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang tengah berproduksi.

“Malam itu (22/1), saat radar mendeteksi pergerakan tongkang yang mendekati area produksi karena terbawa arus, prioritas kami adalah memastikan koeksistensi yang aman antara fasilitas negara dan lalu lintas laut. Kami harus bertindak presisi agar kedua aset ini tetap utuh," kata Muzwir.

Ia menjelaskan tim di lapangan mengarahkan TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengarahan jalur (towing).

Langkah ini diambil untuk memastikan tongkang tersebut tidak menyentuh fasilitas produksi di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

“Kami memastikan aktivitas hulu migas berjalan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Jika terjadi insiden, dampaknya bukan hanya pada produksi, tapi juga ekosistem laut yang harus kita jaga bersama," kata Muzwir.

Kurang lebih sepekan setelah kejadian tersebut, Kapal Patroli KM Celurit 203 yang membawa 15 personel mengalami mati mesin total di antara area Anjungan Bravo dan Anjungan Echo.

Kapal TB Sejahtera dan MV Grosbeak yang bersiaga di lokasi segera merapat untuk memberikan bantuan.

Muzwir menegaskan bahwa operasi ini adalah cerminan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga kedaulatan maritim.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu pekan itu menjadi catatan penting bagi PHE ONWJ.

Menurut Muzwir, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan merespons situasi darurat adalah kompetensi mutlak bagi perusahaan energi modern.

"Kami terus berupaya menyelaraskan operasi kami dengan kondisi alam, memastikan keselamatan setiap jiwa di perairan ini, dan menjaga agar energi untuk negeri tetap mengalir tanpa henti," kata dia.

Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo kompak turun pada Februari

Baca juga: Pertamina perluas akses UMKM binaan ke pasar global lewat Inacraft

Baca juga: Pertamina dan SGN bangun pabrik bioetanol di Banyuwangi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Jam Bareng 22 Pengusaha APINDO di Hambalang, Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Gandeng Medco, Pertamina NRE Perkuat Portofolio Bioenergi
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Misi Perdamaian Gaza, KSAD Sebut TNI AD Kerahkan 8.000 Personel
• 20 jam laludisway.id
thumb
Sinopsis Drama China Tears In Heaven, Li Qin Terperangkap Cinta Segitiga dengan Shawn Dou dan Zhang Yun Long
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.